Sri Mulyani sebut 6 BUMN malah tambah rugi setelah diberi PMN
Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah telah mengucurkan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam 2 tahun terakhir. Menurutnya, jumlah PMN di tahun 2015-2016 jauh lebih tinggi dibandingkan PMN yang dicairkan selama 10 tahun terakhir.
"Dilihat 10 tahun terakhir, keputusan pemerintah untuk berikan PMN di 2015-2016 jauh lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Sri Mulyani di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (7/9).
Dari pemberian PMN di tahun 2016, dia mencatat sebanyak 26 BUMN memperoleh kenaikan laba bersih. Sementara BUMN yang mengalami penurunan laba bersih setelah menerima PMN mencapai 9 BUMN dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).
"Ada juga 4 BUMN yang rugi bersihnya berkurang. Tapi ada juga 6 BUMN yang rugi bersihnya justru bertambah setelah menerima PMN," imbuhnya.
Dia mencatat, BUMN yang mengalami kerugian ini sebagian besar berada pada sektor perkebunan. Di antaranya PT Dok Perkapalan Surabaya (Persero), PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Perkebunan Nusantara X (Persero), PT Perkebunan Nusantara IX (Persero), PT Perkebunan Nusantara VII (Persero), dan PT. Perkebunan Nusantara III (Persero).
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya