Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani: Istana Negara dulu tak masuk dalam aset pemerintah

Sri Mulyani: Istana Negara dulu tak masuk dalam aset pemerintah Sri Mulyani. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani bercerita mengenai lambatnya pemerintah dalam melakukan revaluasi aset. Akibatnya, pada 10 tahun lalu banyak aset negara yang tidak terdaftar secara resmi. Salah satunya adalah Istana Negara yang tidak masuk dalam buku aset.

"Waktu itu kita masukan dulu ke buku, bahkan Istana Negara waktu itu belum masuk ke buku. Nama asetnya belum ada. Bayangkan, ini Istana Negara di mana kompleknya tidak ada titlenya," ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (2/11).

Guna mempercepat revaluasi atau mendata aset negara, pemerintah saat ini sudah membentuk Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Menurut Sri Mulyani, keberadaan DJKN mampu menyelamatkan sejumlah aset negara.

"Saya senang kita sudah usahakan banyak sekali properti atau kekayaan negara belum masuk neraca dan belum punya sertifikasi, sekarang kita simultan sudah masuk ke dalam buku," tuturnya.

Sri Mulyani meminta agar semua pihak tidak cepat berpuas diri. Masih banyak aset-aset negara yang perlu diamankan pemerintah.

"Perjalanan masih panjang. Tapi kerja sama yang baik tentu saja di menteri ATR saya rasa makin baik dan cepat dan lebih meyakinkan dalam sertifikasi," pungkasnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP