Sri Mulyani: Insentif Pajak Tetap Kita Berikan di 2022, tapi Lebih Selektif

Senin, 16 Agustus 2021 18:15 Reporter : Anggun P. Situmorang
Sri Mulyani: Insentif Pajak Tetap Kita Berikan di 2022, tapi Lebih Selektif Menkeu Sri Mulyani. ©Biro KLI Kemenkeu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah tetap akan memberikan insentif pajak tahun depan. Namun demikian, insentif akan diberikan lebih selektif.

"Insentif pajak tetap akan kita berikan namun akan selektif," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers secara daring, Jakarta, Senin (16/8).

Pemberian insentif pajak, kata Sri Mulyani aman dipastikan akuntabilitasnya bersama dengan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. "Akan terus dilakukan akuntabilitas nya terutama dengan Menteri Investasi," jelasnya.

Pada tahun depan, pemerintah akan melakukan sejumlah reformasi pajak. Di antaranya adalah pelonggaran pembayaran pajak dengan mengundur tanggal pembayaran.

"Kita akan memperluas tanggal pembayaran pajak sehingga makin mudah bagi masyarakat membayar pajak," katanya.

Bersamaan dengan hal tersebut, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak akan menegakkan hukum yang berkeadilan.

"Menegakkan hukum yang makin berkeadilan. Kita akan terus melakukan reform perpajakan," tandasnya.

2 dari 2 halaman

Pertumbuhan Ekonomi

Di sisi lain, Sri Mulyani telah mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo untuk menggapai target pertumbuhan ekonomi 5 persen hingga 5,5 persen di 2022.

Namun seterusnya, Jokowi disebutnya ingin agar pertumbuhan ekonomi nasional bisa lebih dari angka 6 persen.

"Bapak presiden tadi menyampaikan di pidatonya, kita akan berusaha pada 5,5 persen, dan seterusnya akan berada di atas 6 persen," kata Sri Mulyani.

Namun, Sri Mulyani menekankan pemerintah harus berupaya seoptimal mungkin agar target pertumbuhan ekonomi tersebut bisa terealisasi.

"Tentu ini membutuhkan kerja luar biasa keras, termasuk reform yang cukup dalam sehingga perekonomian kita makin produktif," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan asumsi indikator ekonomi makro yang akan dikejar pada 2022 mendatang. Lewat proyeksi ini, ia menetapkan target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,5 persen.

"Pertumbuhan ekonomi 2022 diperkirakan pada kisaran 5,0-5,5 persen. Kita akan berusaha maksimal mencapai target pertumbuhan di batas atas, yaitu 5,5 persen," kata Jokowi dalam Penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2022, Senin (16/8). [idr]

Baca juga:
Dorong Kelas Menengah Beli Rumah, Pemerintah Perpanjang Insentif Properti
Membongkar Alasan Kemenkeu Perpanjang Diskon Pajak Properti Hingga Akhir 2021
Pedagang di Gianyar Dapat Insentif Bebas PPN hingga Oktober 2021
Pemkot Kediri Hapus Sanksi Denda Administrasi Pembayaran Pajak
Perpanjangan Diskon Pajak Gairahkan Sektor Properti Terdampak Pandemi Covid-19
Ini Aturan Resmi Perpanjangan Diskon Pajak Pembelian Rumah Hingga Akhir 2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini