Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sri Mulyani dicurhati pengusaha soal susahnya ekspor Indonesia ke Korea dan Eropa

Sri Mulyani dicurhati pengusaha soal susahnya ekspor Indonesia ke Korea dan Eropa sri mulyani. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati hari ini mendengar secara langsung keluhan eksportir terkait hambatan dalam rangka peningkatan ekspor Indonesia di acara Gathering Eksportir Indonesia. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh peserta yang hadir.

Direktur Great Giant Foods, Welly Soegiono curhat kepada Sri Mulyani selama ini pengenaan bea masuk untuk pisang Indonesia ke Korea dikenai bea sebesar 30 persen. Angka ini jauh lebih mahal dibandingkan bea masuk dari beberapa negara tetangga Indonesia.

"Problemnya justru di ekspor. kita mengalami masalah terutama pengenaan bea masuk contohnya ke Korea pisang kita kena 30 persen tapi dari Vietnam 15 persen. Sementara ke Jepang pisang kita kena 3 persen lebih mahal dari Vietnam," ujarnya di Gedung DJBC, Jakarta, Selasa (7/8).

Tidak hanya dari Vietnam, pisang Indonesia juga mendapat pengenaan bea masuk 15 persen jika diekspor ke Eropa. Padahal dibanding dengan Filipina angka ini jauh lebih mahal, sebab negara tersebut tidak mengenakan biaya alias 0 persen jika mengekspor ke Eropa.

"Ke eropa kita kena 15 persen tapi Filipina 0 persen. Ini sudah 10 tahun terjadi, padahal masing-masing kementerian punya direktorat jenderal kerja sama luar negeri," jelas Welly.

Welly melanjutkan, dalam rangka peningkatan ekspor, pihaknya telah melakukan kerja sama business to business (btob) dengan China agar dapat melakukan ekspor nanas. Namun hal ini masih menemui hambatan.

"Mengenai peningkatan ekspor, kami sudah berkomunikasi dengan China untuk ekspor nanas segar itu sudah lebih dari 10 tahun masih belum masuk ke China. kita sudah usaha sendiri B2B tapi pemerintahnya belum bisa. Sementara, Malaysia, Filipina dan Thailand sudah bisa masuk ke China," jelasnya.

Keluhan Welly langsung mendapat respons dari Sri Mulyani. Dia berjanji akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut kepada kementerian terkait.

"Ini adalah kritik yang bagus dan akan disampaikan kepada Menko Perekonomian, termasuk Menteri Perdagangan. Indonesia bisa melakukan lobi untuk sesama negara Asia dan apalagi kompetisi dari negara negara ASEAN," jelasnya

"Untuk China, Kemenko Perekonomian dan Kementerian Perdagangan, penetrasi dengan RRT cukup banyak dan menguntungkan. Itu sudah solusi," tutup Sri Mulyani.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP