Soal peran pusat promosi perdagangan RI, mendag sebut sudah relokasi 3 ITPC di 2017
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyindir ekspor Indonesia yang kalah dibanding negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Seperti diketahui ekspor Indonesia pada 2017 yang hanya USD 145 miliar, sementara Thailand mencapai USD 231 miliar, Malaysia USD 184 miliar dan Vietnam mencapai USD 160 miliar.
Untuk itu, presiden meminta Kementerian Perdagangan untuk mengevaluasi mengenai ekspor ini, termasuk kinerja pusat promosi perdagangan Indonesia (Indonesia Trade Promotion Centre/ITPC).
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berjanji mengevaluasi kinerja tim ITPC jika tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap perdagangan Indonesia. Bahkan, dia mengancam akan merelokasi atau menutup ITPC di beberapa negara yang tak memberi dampak.
"Kita evaluasi kembali negara dari sisi perdagangan tidak memberikan dampak, maka akan kita relokasi atau kita tutup, tidak kita lanjutkan," kata Mendag Enggar di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (31/1).
Mendag menyebut, di 2017, ada tiga ITPC yang direlokasi, dua di antaranya ialah ITPC Lyon, Prancis ke Istanbul, Turki dan Copenhagem, Denmark ke Hanoi, Vietnam. Selain relokasi, Kemendag juga membuka ITPC baru di Shanghai, China. Selain itu, di 2018, berencana membuka di Bangladesh.
"Hasil kunjungan kemarin secara lisan, membuka perdagangan, Bangladesh juga kita akan usulkan karena negara itu potensial," ujarnya.
Kemendag juga akan bersinergi dengan Kementerian Koordinator Perekonomian dalam melakukan promosi perdagangan Indonesia. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai ekspor dalam negeri.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya