Soal impor garam, Kadin minta Pemerintah berpihak kepada petani
Merdeka.com - Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto menilai, langkah pemerintah untuk melakukan impor garam sudah cukup baik. Akan tetapi, pemerintah juga perlu memperhatikan jika petani memasuki masa panen sebaiknya segera menghentikan keputusan importasi garam konsumsi.
"Pada saat itulah, kita harapkan pemerintah lebih bijaksana untuk berpihak kepada para petani garam. Bagaimana pun produksi dalam negeri harus tetap diperhatikan," ujar Yugi dalam acara diskusi Garam Nasional di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (16/8).
Menurutnya, untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi pemerintah perlu menyiapkan sistem distribusi garam yang lebih baik, sehingga tidak merugikan petani lokal.
"Harga garam lokal kan sempat melonjak, sebelum akhirnya pemerintah harus mengambil langkah impor untuk menstabilkan harga. Artinya, kita harus membenahi kembali aspek industrinya seperti apa, hambatan yang ditemuinya apa dan solusinya seperti apa," katanya.
Seperti diketahui, pemerintah membuka keran impor garam konsumsi sebanyak 75.000 ton dari Australia. Keputusan ini diambil lantaran saat ini stok garam nasional mulai menipis yang menyebabkan harga garam konsumsi mulai tinggi.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya