Singapura belum tergoyahkan jadi pemberi utang terbesar Indonesia

Selasa, 19 Januari 2016 13:46 Reporter : Novita Intan Sari
Singapura belum tergoyahkan jadi pemberi utang terbesar Indonesia ilustrasi negara singapura. www.pinterest.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat Singapura masih menempati posisi teratas sebagai negara pemberi utang Indonesia. Sementara, dari sektor organisasi, International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) atau anak usaha Bank Dunia yang menempati posisi wahid.

Utang Singapura, per November 2015, adalah sebesar USD 57,1 miliar atau setara Rp 792,5 triliun. Utang Indonesia dari IBRD adalah USD 14,2 miliar atau setara Rp 197,1 triliun.

Posisi kedua dan ketiga masing-masing adalah Jepang USD 31,4 miliar dan China USD 12,6 miliar. Dilihat dari organisasi, ADB USD 8,7 miliar dan IMF USD 2,7 miliar.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan ULN, khususnya ULN sektor swasta," tulis BI dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, kemarin.

Berdasarkan kelompok peminjam, peningkatan pertumbuhan utang luar negeri (ULN) pada November 2015 terjadi pada ULN sektor swasta maupun ULN sektor publik. ULN sektor swasta tumbuh 3,4 persen (YoY), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 2,5 persen (YoY), terutama dipengaruhi oleh ULN nonbank.

Sementara itu, ULN sektor publik tumbuh 2,9 persen (YoY), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 2,6 persen (YoY). Dengan perkembangan tersebut, posisi ULN sektor publik dan swasta, masing-masing tercatat sebesar USD 137,7 miliar (45,2 persen dari total ULN) dan USD 166,8 miliar (54,8 persen dari total ULN).

Menurut sektor ekonomi, ULN swasta pada akhir November 2015 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 75,9 persen.

Dibandingkan bulan sebelumnya, pertumbuhan tahunan ULN sektor keuangan, sektor industri pengolahan, dan sektor listrik, gas dan air bersih tercatat mengalami peningkatan. Sementara itu, pertumbuhan tahunan ULN sektor pertambangan mengalami kontraksi yang lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini