Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Shopee Siap Beri Pelatihan Bisnis ke UMKM Binaan BI

Shopee Siap Beri Pelatihan Bisnis ke UMKM Binaan BI Logo Shopee. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) kembali menggelar pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 pada hari Jumat-Minggu, 12-14 Juli 2019 di Jakarta Convention Center (JCC). Selain memberdayakan UMKM, Pameran ini juga bertujuan memaksimalkan platform digital (e-commerce) melalui sejumlah UMKM binaan dari BI, salah satunya Shopee.

Direktur Shopee Indonesia, Handhika Jahja mengatakan, sejalan dengan visi BI memajukan ekonomi digital, Shopee ikut berpartisipasi dengan memberikan business matching dan coaching untuk UMKM binaan yang hadir.

"Sebagai e-commerce yang beroperasi di Asia Tenggara, Shopee memberikan kesempatan untuk mendorong UMKM Indonesia melakukan ekspor ke beberapa negara di kawasan melalui inisiatif Kreasi Nusantara," tuturnya di JCC, Jumat (12/7).

Dalam Evaluasi Satu Tahun Pelaksanaan Peta Jalan E-commerce Tahun 2017-2019, diakuinya masih adanya isu strategis terkait ekonomi digital yang belum tercantum. Salah satunya mengenai tanggung jawab para pelaku e-commerce untuk melakukan penguatan terhadap UMKM dan produk lokal.

"Oleh karena itu program ini sejalan dengan tema KKI 2019, Go Export dan Go Digital dan kami dengan senang hati menyambut keselarasan visi dengan Bank Indonesia ini," ujarnya.

Adapun hingga saat ini terdapat 898 UMKM binaan dan mitra BI, di antaranya 91 UMKM telah menembus pasar ekspor dengan nilai mencapai Rp 1,4 triliun dalam satu tahun terakhir. Kemudian lebih dari 355 UMKM telah memanfaatkan platform digital dalam pemasarannya serta 173 UMKM telah mendapatkan pembiayaan perbankan.

"Shopee sebagai salah satu e-commerce berharap dapat memberikan dukungan dan solusi bagi para UMKM yang hadir, dan dapat sama-sama menciptakan pertumbuhan ekonomi digital dan terus beradaptasi dengan tren global saat ini," tutup Handhika.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) mendukung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan memberi fasilitas business matching (temu bisnis) dan business coaching (konsultasi bisnis). Diharapkan kegiatan tersebut dapat mengembangkan kapasitas bisnis dan memperluas akses pasar UMKM termasuk ke pasar ekspor.

"UMKM di Indonesia memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor, asalkan kualitas produk sangat baik dan mampu menghadapi perkembangan digital," kata Kepala Departemen UMKM dan Perlindungan Konsumen BI, Budi Hanoto, di kantor BI, Jakarta, Selasa (9/7).

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP