Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Semen Baturaja Raup Pendapatan Rp833 Miliar di Semester 1-2019

Semen Baturaja Raup Pendapatan Rp833 Miliar di Semester 1-2019 Semen. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Permintaan semen nasional masih menunjukkan penurunan sebesar 2,2 persen sepanjang semester 1-2019 bila dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018. Bahkan untuk wilayah Sumbagsel yang menjadi basis utama pasar Semen Baturaja atau SMBR, permintaan semen mengalami penurunan sebesar 13,4 persen dibandingkan 2018.

Meskipun kondisi demand mengalami koreksi negatif yang cukup besar, perusahaan tetap mampu meningkatkan volume penjualan pada semester 1-2019 menjadi sebesar 883.622 ton atau meningkat 2 persen dari 863.984 ton dari periode sebelumnya, serta market share Perseroan di wilayah Sumbagsel meningkat sebesar 5 persen menjadi 35 persen dari periode sebelumnya.

"Saat ini market share SMBR terbesar berada di Sumsel yang saat ini mencapai 63 persen dan Lampung yang mencapai 24 persen" ucap Direktur Utama Semen Baturaja Jobi Triananda Hasjim.

Dengan peningkatan kinerja penjualan SMBR di semester 1-2019 dan melihat potensi pertumbuhan di semester II-2019, Jobi optimis bahwa perusahaan yang dipimpinnya mampu meningkatkan penjualan semen pada tahun 2019 dengan cukup signifikan dibandingkan pencapaian tahun 2018.

"Kami optimis permintaan semen akan terus meningkat di semester II-2019, tentunya didukung dengan dimulainya proyek pembangunan infrastruktur pada pertengahan tahun, setelah sebelumnya sempat tertunda di semester 1-2019 karena hari raya Lebaran dan pemilu 2019," ujar Jobi.

Begitu pula dengan kinerja keuangan SMBR, pendapatan perseroan pada semester 1-2019 pun tumbuh 6 persen menjadi Rp833,5 miliar dari Rp783,5 miliar di tahun 2018. Dengan berbagai program efisiensi yang dilaksanakan Perseroan sepanjang semester I-2019, Perseroan berhasil menurunkan beban pokok penjualan sebesar 9 persen sehingga laba kotor Perseroan pun naik menjadi Rp334,5 miliar dari Rp237,5 milyar di tahun 2018.

Laba usaha perseroan tercatat naik menjadi Rp92 miliar dari Rp89,7 miliar di tahun 2018. Namun laba bersih Perseroan mengalami penurunan menjadi Rp7,5 miliar dari Rp24,1 miliar di tahun 2018 karena meningkatnya beban luar usaha berupa beban keuangan dan pajak penghasilan badan.

"Ke depannya kita akan terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak kinerja di semester II-2019 dengan meningkatkan penjualan dan program efisiensi biaya produksi dan biaya usaha, di antaranya melalui penurunan biaya energi dengan menggunakan nilai kalori batubara yang lebih optimal dan penurunan indeks penggunaan bahan baku utama," tutup Jobi.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP