Sejak impor diumumkan, Mendag Enggar klaim harga beras mulai turun

Jumat, 12 Januari 2018 16:25 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Mendag Enggartiasto Lukita tinjau Operasi Pasar Perum Bulog. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Pemerintah mengklaim terpaksa harus mengambil kebijakan impor beras, sebab, stok beras dalam negeri mulai menipis. Di beberapa daerah terjadi kelangkaan pasokan dan mengakibatkan harga beras melambung tinggi.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, berharap dengan dibukanya keran impor beras tersebut sekaligus bisa menghajar para spekulan yang memainkan stok dan harga beras di pasaran.

"Dengan impor ini maka sekaligus saya juga memberikan warning (peringatan) kepada seluruh pemain beras, jangan pernah menimbun dan menyimpan beras, kosongkan itu gudang," kata Menteri Enggar di Kantornya, Jakarta, Jumat (12/1).

Menurutnya, sejak kemarin malam dikabarkan, hari ini harga beras langsung terpantau mulai turun. "Sekarang apa yang terjadi? Harga sudah adem yaitu tidak ada lagi lonjakan harga karena ada aturan di satu sisi, di sisi lain juga ada hukum ekonomi yang tetap masih berlaku," ujarnya.

Menteri Enggar mengungkapkan saat ini impor berasa merupakan satu-satunya solusi untuk mengamankan pasokan beras dalam negeri. "Kalau ada yang mau tanya kenapa bapak harus impor, ada alternatif lain tidak agar beras tersedia?" imbuhnya.

"Saya bicara sekali lagi kita bicara solusi ke depan solusi saat ini yang harus kita cari."

[bim]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.