Saldo Rp 10.000 di Go-Pay Kini Bisa untuk Investasi Reksa Dana

Kamis, 2 Mei 2019 13:31 Reporter : Idris Rusadi Putra
Saldo Rp 10.000 di Go-Pay Kini Bisa untuk Investasi Reksa Dana Ilustrasi Go-Pay. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Manfaat Go-Pay sebagai alat pembayaran digital semakin hari kian luas. Bukan sekadar kebutuhan harian, mobile payment (uang elektronik) paling sering digunakan masyarakat Indonesia itu kini bisa digunakan untuk berinvestasi reksa dana.

Penambahan layanan transaksi tersebut seiring dengan terjalinnya kerja sama antara Go-Pay dengan platform Bibit.id sebagai bagian dari pengembangan investasi reksa dana online mulai awal Mei 2019.

Managing Director Go-Pay, Budi Gandasoebrata mengatakan, sejak awal awal dibentuk Go-Pay memiliki misi untuk menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia dapat mengakses ke layanan jasa keuangan. Hal ini akan terus dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk 28 institusi keuangan yang telah bekerjasama dengan Go-Pay.

"Kami pun sangat menyambut positif kolaborasi yang terjalin dengan Bibit.id karena harapannya inovasi yang kami hadirkan melalui kolaborasi ini dapat semakin memudahkan masyarakat Indonesia untuk berinvestasi," tutur Budi di Jakarta.

Kehadiran Go-Pay yang merupakan bagian dari layanan serta ekosistem Go-Jek itu di bidang investasi kian mengukuhkan sebagai mobile payment paling populer di masyarakat Indonesia.

Hasil studi lembaga riset YouGov terkait payment methods in Indonesia yang dirilis Januari 2019 mencatatkan penggunaan Go-Pay mencapai 80 persen. Menempatkannya sebagai mobile payment paling sering digunakan masyarakat Indonesia, jauh di atas kompetitornya.

Para kompetitor antara lain OVO yang dalam riset tersebut tercatat 60 persen, PayPal 54 persen, T-Cash (LinkAja) 46 persen, dan DOKU Wallet 14 persen. Riset tersebut melibatkan 1.500 responden.

Lembaga riset independen asal Singapura, FT Confidential Research juga mengumumkan hasil serupa. Go-Pay menjadi aplikasi pembayaran online paling populer di Indonesia karena digunakan oleh hampir tiga perempat pengguna pembayaran seluler sampai akhir 2018. Persentasenya mencapai lebih dari 75 persen. Sebaliknya kompetitor terdekat yang ada di posisi dua digunakan oleh sebesar 42 persen.

Hal tersebut mengingat Go-Pay bisa digunakan untuk beragam transaksi. Budi mengistilahkan, mulai beli gorengan, ngopi di kafe, sampai beli produk investasi bisa dilakukan.

Sementara terkait dengan investasi, pengguna Go-Pay bisa berinvestasi reksa dana melalui platform Bibit.id mulai dari Rp 10.000. Selain itu, Budi bilang keuntungan lain yang diperoleh investor saat menggunakan Go-Pay adalah tidak adanya pengenaan biaya transfer saat melakukan pembelian reksa dana lewat akun bank. Layanan ini sekaligus menjadi pembeda antara Go-Pay dengan aplikasi sejenis.

"Hal ini menjadi sangat penting mengingat biaya transfer hingga sebesar Rp 6.500 masih sering membebani investor individu yang baru mulai berinvestasi rutin dengan modal kecil," imbuhnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini