Rupiah Ditutup Melemah Seiring Respon Pasar Terkait Revisi UU Cipta Kerja

Jumat, 26 November 2021 16:06 Reporter : Anggun P. Situmorang
Rupiah Ditutup Melemah Seiring Respon Pasar Terkait Revisi UU Cipta Kerja Rupiah. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Nilai Rupiah ditutup melemah di level Rp14.357 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.288 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.340 hingga Rp14.390 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, pasar merespon putusan Mahkamah Konstitusi (MK) agar Pemerintah dan DPR memperbaiki UU Cipta Kerja dalam jangka waktu 2 tahun ke depan. Hal ini bersinggungan dengan penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP).

"Penetapan UMP ini menjadi satu-satunya turunan UU Cipta Kerja yang mulai diimplementasikan oleh pemerintah yang keputusannya baru berlaku pada 2022 mendatang," kata Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Jumat (26/11).

Pasar juga merespon pernyataan pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal keempat 2021 yang berpotensi tumbuh di atas 5 persen. Keseluruhan 2021 diperkirakan pertumbuhan ekonomi dikisaran di 3,5 persen hingga 4 persen.

"Walaupun pemeringkat rating internasional memprediksi hanya 3,1 persen," kata Ibrahim.

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh tanda-tanda pemulihan ekonomi nasional, yang semakin nyata yakni salah satunya tercermin dari terjaganya tingkat inflasi di angka 1,7 persen. Kemudian, nilai tukar hanya sedikit mengalami depresiasi.

Selain itu, pemulihan ekonomi nasional juga terlihat dari PMI Manufaktur Indonesia yang pada Oktober berada di level 57,2. Ini merupakan rekor dari sejak pre-crisis dengan impor bahan baku dan barang modal yang turut menunjukkan pertumbuhan yang kokoh.

Selanjutnya, dari konsumsi yaitu Indeks Keyakinan Konsumen mengalami perbaikan signifikan serta Indeks Penjualan Ritel juga rebound di level ekspansi. Salah satu pendorong (konsumsi masyarakat) pertumbuhan ekonomi diperkirakan terus menguat seiring dengan kondisi pandemi yang relatif terjaga.

Tak hanya itu, aktivitas investasi relatif stabil di masa puncak varian Delta dan akan berlanjut di kuartal keempat 2021. Kemudian net ekspor yang juga diperkirakan masih lebar pada kuartal keempat 2021, didorong permintaan dan harga komoditas global yang masih tinggi. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini