Rudiantara: Ekonomi Digital jadi Senjata Indonesia Tarik Investor Asing

Minggu, 13 Oktober 2019 11:30 Reporter : Merdeka
Rudiantara: Ekonomi Digital jadi Senjata Indonesia Tarik Investor Asing Menkominfo - Rudiantara. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara turut senang dengan perkembangan ekonomi digital di Tanah Air. Menurutnya, hal tersebut bisa menjadi senjata guna memancing investor asing agar mau menanamkan modalnya di Indonesia.

Dia mengatakan, laporan menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia setiap tahunnya terus mengalami kenaikan. Itu turut mendongkrak keyakinan dari para investor, baik lokal maupun internasional, untuk mau berinvestasi di pasar dalam negeri di tengah situasi perekonomian global yang tidak menentu.

"Ini penting. Kenapa? Ekonomi Indonesia ini dan dunia secara umum itu mulai kontraksi. Karena pertumbuhannya diproyeksikan tidak mencapai sesuai yang diharapkan dari semula," seru dia di Jakarta seperti dikutip Minggu (13/10).

"Justru ekonomi digital yang kita dorong untuk kemudahan investasi. Confidence dari investor internasional terutama itu meningkat di ekonomi digital. Despite kita secara ekonomi keseluruhan masuk ke era kontraksi," sambungnya.

Rudiantara juga turut senang dengan pencapaian 5 startup lokal yang kini telah berstatus sebagai unicorn, yakni Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, OVO, dan Go-Jek. Dia berharap, ada perusahaan startup lainnya yang memiliki nilai valuasi di atas USD 1 miliar pada akhir tahun nanti.

"Artinya proyeksi yang dibuat dulu oleh pemerintah beserta teman-teman ekosistem untuk 5 unicorn sudah tercapai. Harapannya akhir tahun nambah lagi. Bahkan bonusnya sudah ada decacorn satu (Go-Jek)," ujar dia.

Keberhasilan lima perusahaan itu disebutnya terbantu oleh peran serta investor, yang menilai pasar persaingan startup di Indonesia berjalan kondusif serta punya potensi besar.

"Mereka merasa bahwa ekosistemnya sangat kondusif, sangat menunjang. Kemudian juga kompetisinya bagus. Pasar Indonesia dengan 270 juta masyarakat tidak bisa dilayani sepenuhnya hanya oleh segelintir atau sedikit sistem pembayaran yang ada sekarang," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini