Rizal Ramli bocorkan solusi atasi utang pemerintah Indonesia
Merdeka.com - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengklaim memiliki solusi untuk mengatasi masalah utang pemerintah Indonesia. Setidaknya ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi beban utang ini.
Langkah pertama yang bisa dilakukan yaitu dengan menerapkan sistem debt to nature swap terhadap utang Indonesia. Sistem ini berupa pembatalan utang dalam pertukaran dengan komitmen atas mobilisasi sumber daya domestik untuk pelestarian lingkungan.
"Semua setuju untuk memotong utang Indonesia ratusan juta dolar. Nanti 2019 kita akan lakukan hal yang sama debt to nature swap sama Eropa, Kanada. Bukan dengan Amerika, karena Amerika tidak tertarik. Saya yakin kita bisa dapat pemotongan utang minimum USD 10 juta," ujar dia dalam Forum Dialog HIPMI di Jakarta, Jumat (11/5).
Langkah kedua, lanjut Rizal, dengan menukar utang yang bunganya mahal dengan utang dengan bunga yang lebih murah. Hal ini pernah dia lakukan saat menjabat sebagai Menteri Keuangan di 2001 lalu.
"Kedua, kami tukar bunga utang mahal dengan bunga utang murah sama Kuwait. Karena Menteri Keuangannya datang pada kami, bilang tolong saya, saya dikritik terus oleh parlemen Kuwait karena utang Indonesia tidak kelar-kelar. Bisa tidak dibayar dulu, supaya kami tidak dikritik, nanti kami kasih lagi utang baru dengan bunga lebih murah. Ini kan hanya loan swap dari utang mahal ke utang murah," kata dia.
Menurut dia, jika beban utang ini bisa diatasi, maka dana yang dimiliki pemerintah bisa dialokasikan ke pos lain yang lebih bermanfaat, seperti untuk pembangunan infrastruktur.
"Jadi banyak cara untuk mengelola utang secara inovatif dan kreatif yang mampu mengurangi beban. Kebayang sekarang saja Rp 450 triliun, infrastruktur sudah ramai. Bagaimana kalau cicilan utang bisa kita kurangi, Rp 100 triliun, tambahin ke infrastruktur, pasti lebih heboh lagi," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya