Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Riset: Bantuan Langsung Tunai Banyak Digunakan untuk Konsumsi Rokok

Riset: Bantuan Langsung Tunai Banyak Digunakan untuk Konsumsi Rokok rokok. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkanna menegaskan, bantuan sosial (bansos) diberikan pemerintah tidak sepatutnya dipergunakan untuk konsumsi rokok. Mengingat, arah kebijakan dan strategi dalam RPJMN 2020-2024 dalam kebijakan cukai penyaluran bantuan sosial atau subsidi mencakup pengembangan variasi bantuan pangan.

"Ada beberapa riset yang kami temukan di Muhammadiyah banyak bantuan misalnya Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang lalu itu alokasinya ketika bantuan diberikan apalagi kepada kepala rumah tangga itu banyak untuk konsumsi rokok," kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu (23/8).

Dia menyebut, hampir sekitar 70 persen perokok itu adalah masyarakat menengah ke bawah atau masyarakat renta miskin. Sehingga ketika diberikan dana bantuan sosial atau BLT masyarakat justru mengalokasikan dana tersebut untuk konsumsi rokok.

"Beberapa bantuan lain di masa pandemi ini bisa dicurigai itu alokasi untuk konsumsi rokok itu naik itu perlu kita kendalikan," katanya.

Sebagai informasi, di masa pandemi terjadi sekarang ini Pemerintah Jokowi-Ma'ruf telah menyiapkan alokasi dana untuk perlindungan sosial sebesar Rp203,9 triliun. Terdiri dari PKH Rp37,4 triliun, sembako Rp43,6 triliun, bansos Jabodetabek Rp6,8 triliun, bansos non-Jabodetabek Rp32,4 triliun, kartu Prakerja Rp20 triliun, diskon listrik Rp6,9 triliun, logistik/pangan/sembako Rp25 triliun, dan BLT dana desa Rp31,8 triliun.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP