Praktik curang di sektor pangan kembali terungkap. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengendus dugaan mafia pangan yang mengubah beras bersubsidi Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium di kawasan Jakarta Timur, menurut Antara.
Produk SPHP yang semestinya dijual Rp 12.500 per kilogram diduga dipoles ulang lalu dipasarkan sebagai beras premium sekitar Rp 17.000 per kilogram. Tindakan ini dinilai sangat merugikan konsumen.
Amran melakukan inspeksi mendadak di Toko/Rumah Beras Kayumanis, Jalan Kayumanis X No.46A RT 07 RW 01, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026). "Ini kalau ada hukuman terberat, ini pantas dihukum terberat. Seandainya memungkinkan hukuman mati hukuman mati ini pantas ini untuk orang seperti ini," kata Mentan, dikutip Antara.
Berdasarkan laporan awal, barang bukti yang ditemukan mencapai sekitar 600 ton. Amran menduga volume beras yang diselewengkan bisa menyentuh ribuan ton dan meminta pengusutan lebih dalam oleh kepolisian. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polri, termasuk Polres Metro Jakarta Timur dan Kabaintelkam.
Advertisement
Usut Jaringan Mafia Pangan, Oknum Bulog/Kementan Terancam Dicopot
Amran mendesak aparat penegak hukum bergerak cepat membongkar jaringan mafia hingga ke akar-akarnya. Seluruh pihak yang bermain diminta diproses sesuai ketentuan tanpa pandang bulu.
Ia juga mengeluarkan peringatan keras ke internal. Jika ada oknum pegawai Perum Bulog maupun Kementerian Pertanian terbukti terlibat, sanksi tegas berupa pemberhentian langsung dan proses hukum akan dijatuhkan.
Terkait modus, Amran menjelaskan pelaku mengambil pasokan beras SPHP kemudian mengemasnya kembali untuk dijual sebagai beras premium guna meraup keuntungan secara melawan hukum.
Saat ini penyidik masih mendalami apakah beras SPHP tersebut dioplos dengan jenis lain lebih dulu atau langsung dikemas ulang sebelum dilempar ke pasaran. Informasi awal juga mengarah pada dugaan pasokan berasal dari gudang Bulog di Kelapa Gading, namun keterlibatan pihak tertentu masih menunggu hasil penyelidikan resmi.
Advertisement
Lonjakan Harga dan Temuan Sidak di Lokasi Pengemasan
Menurut Amran, ulah pelaku diduga menjadi salah satu pemicu kenaikan harga beras di pasaran. Komoditas bersubsidi yang semestinya menjaga daya beli masyarakat justru dijual dengan tarif premium.
Seluruh jalur distribusi akan ditelusuri dan ditindak tegas. Penegakan hukum diprioritaskan untuk menjerat pelaku utama sekaligus memutus jaringan perdagangan yang terlibat. Saat ini pelaku utama telah diamankan dan polisi terus mendalami potensi adanya jaringan lain maupun tersangka baru.
Dalam inspeksi mendadak tersebut, tim di lapangan menemukan lokasi pengemasan, tumpukan beras, serta armada kendaraan yang diduga disiapkan untuk mendistribusikan beras SPHP hasil rekayasa.
"Kita ini berjibaku tidak tidur siang-malam, dicaci-maki, sampai teman-teman sakit untuk swasembada beras,mempertahankan pangan pada saat kondisi dunia krisis pangan energi dan air," kata Amran.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383383/original/000583600_1793084072-e00598d4-653c-4c66-abe1-87d0ec0a0150.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384461/original/051918600_1793172731-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_07.44.42.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384197/original/045183100_1793160188-IMG_6234.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384271/original/045550300_1793164763-WhatsApp_Image_2026-10-28_at_08.18.36.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384262/original/072006600_1793164361-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_08.31.40.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384252/original/002869200_1793163978-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9382071/original/080647500_1792937611-9dba222b-6d6c-4461-833d-60595fb44a0f.jpeg)