Perjuangan Kurniawan Mencari Kerja yang Tak Lekang Usia

Tanpa teman sejawat maupun pendamping, langkah kaki pria berusia 59 tahun tersebut mantap menyusuri tiap booth perusahaan. Semangatnya bersaing dengan ribuan anak muda memadati bursa kerja di SMESCO Jakarta.

Auria Setiarum Cahayani
Perjuangan Kurniawan Mencari Kerja yang Tak Lekang Usia
Kurniawan (59) hadir dalam acara bursa kerja dengan membawa semangat gigih berkarier di usia senja.

Di tengah lautan fresh graduate dan kaum muda yang memadati area job fair dengan berkas di genggaman, sosok pria paruh baya itu berdiri menonjol. Tanpa teman sejawat maupun pendamping, langkah kaki pria berusia 59 tahun tersebut tetap mantap menyusuri tiap booth perusahaan.

Di saat banyak orang di usianya memilih menikmati masa pensiun dengan gaya hidup tenang atau yang populer disebut slow living, mantan wirausahawan alat pertanian asal Cirebon ini justru memilih jalan sebaliknya. Bagi pria yang kini bermukim di Jakarta tersebut, berdiam diri di rumah tanpa kegiatan bukanlah pilihan.

"Saya seorang pensiunan, di rumah enggak ada kegiatan, suntuk banget," ujar Kurniawan sebagai salah satu pencari kerja yang datang ke Job Fair di Convention Hall SMESCO, Jakarta, Jumat (23/10).

Keputusannya untuk kembali berburu kerja bukan lahir dari rasa terdesak secara finansial semata. Sang istri sebenarnya memiliki usaha online yang terbilang cukup untuk menopang kebutuhan harian. Namun, ada harga diri dan semangat mandiri yang terus menyala di dadanya.

"Istri punya bisnis online, sebenarnya mendukung untuk mata pencaharian. Tapi kan saya enggak mau tergantung sama istri. Pengin tetap punya kegiatan produktif," kata Kurniawan dengan senyum tipis.

Semangat Tak Kenal Umur

Langkah kaki Kurniawan ke bursa kerja hari ini juga dipicu oleh kabar mengenai adanya peluang kerja bagi para pensiunan yang digagas dalam program pemerintah daerah. Bermodalkan pengalaman panjang di bidang perbankan hingga wirausaha, dia mencoba keberuntungannya kembali di dunia kerja formal.

Menembus pasar kerja di usia senja tentu bukan perkara mudah. Benteng syarat administratif sering kali menjadi ganjalan utama. Diskriminasi usia yang membatasi pelamar maksimal 25 tahun untuk level pemula, atau maksimal 55 tahun untuk posisi senior, kerap menutup pintu sebelum kesempatan itu sempat dicoba. Belum lagi kriteria tes kesehatan yang makin ketat bagi kelompok usianya.

"Sebab kalau seumur saya dibatasi 55 tahun. Kalau enggak, harus ada surat keterangan sehat, sedangkan saya juga ada gula darah. Jadi ya susah-susah gampang," tutur Kurniawan.

 

Benteng Syarat Kerja

Kurniawan tak memasang target muluk-muluk. Bukan lagi besaran gaji atau jenjang karier mentereng yang ia cari, melainkan ruang untuk berkarya dan berinteraksi. Pekerjaan di lingkungan kantoran yang ramah dan happy menjadi harapannya saat ini.

Melihat kegigihannya sendiri di antara ribuan anak muda, ia pun menyelipkan pesan berharga bagi generasi muda yang tengah berjuang mencari kerja. Menurutnya, anak muda masa kini punya akses dan kemudahan teknologi yang jauh lebih melimpah untuk dimanfaatkan.

"Tetap semangat. Saya aja contohnya, udah pensiun juga pengin tetap bekerja. Apalagi yang muda-muda, kreativitasnya tinggi, harus produktif. Nyari kerjanya juga harus efisien lewat sistem online," pesannya penuh optimisme.

Di tengah riuk-pikuk pencari kerja muda yang sibuk memoles resume digital, kehadiran pria 59 tahun ini menjadi pengingat sederhana: bahwa semangat untuk berdaya dan mandiri tidak pernah mengenal kata pensiun.

Rekomendasi