Tingkat pemahaman masyarakat Indonesia terhadap asuransi dinilai masih menjadi tantangan besar. Padahal, perlindungan finansial tak sekadar melindungi risiko jiwa dan kesehatan, tetapi juga sangat krusial membantu keluarga maupun pelaku usaha bangkit dari kerugian akibat bencana.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi asuransi baru mencapai 45,45 persen, sementara indeks inklusinya berada di angka 28,50 persen. Angka ini menandakan masih luasnya ruang untuk memperkuat pemahaman dan akses masyarakat terhadap proteksi keuangan.
Isu tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam acara Media Briefing dan Penyerahan Donasi Program Industry Social Responsibility (ISR) 'Kebaikan Berkelanjutan' untuk Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) di Jakarta, awal pekan ini.
Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat menegaskan, edukasi literasi keuangan harus dijalankan secara masif agar masyarakat benar-benar paham pentingnya kesiapan finansial dalam menghadapi risiko tak terduga.
"Memang literasi keuangan itu program yang harus masif dilakukan," ujar Emira saat melakukan doorstop bersama awak media.
Menurut Emira, membangun ketahanan finansial tidak cukup hanya dengan membuka akses produk. Masyarakat juga harus paham bagaimana proteksi tersebut membantu proses pemulihan saat musibah datang, baik akibat sakit, kehilangan pencari nafkah, maupun bencana alam.
Ia menambahkan, cakupan perlindungan finansial sebenarnya jauh lebih luas dari sekadar asuransi jiwa. Perlindungan aset produktif seperti rumah dan tempat usaha juga sangat penting untuk memperkuat fondasi ekonomi keluarga.
Sebab, ketika bencana melanda, pemulihan pascabencana kerap menelan biaya fantastis. Kehadiran asuransi menjadi instrumen vital agar masyarakat bisa bangkit kembali dengan lebih cepat.
"Bukan hanya topiknya tentang akses, tapi yang kedua itu apa sih buktinya bahwa satu daerah atau satu keluarga itu punya ketahanan finansial," tuturnya.
Advertisement
Pentingnya Pemerataan Akses
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376768/original/005858100_1792391805-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_13.24.30__1_.jpeg)
Di samping edukasi, AAJI mencatat pemerataan akses masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Meski jenis produk asuransi kian beragam, tingkat kepemilikannya di daerah-daerah masih jauh tertinggal dibanding kawasan perkotaan.
Mengingat kebutuhan serta kemampuan finansial di setiap wilayah berbeda, Emira mendorong hadirnya inovasi dan strategi distribusi yang lebih tepat sasaran agar proteksi asuransi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Tak kalah penting, AAJI menyoroti perlunya pengukuran dampak dari setiap program literasi. Selama ini, data kegiatan edukasi dan data kepemilikan produk masih terpisah, sehingga sulit mengukur apakah peserta edukasi benar-benar membeli produk asuransi atau tidak.
"Supaya kita tahu inisiatifnya benar-benar berdampak secara langsung atau tidak," jelas Emira.
Bagi AAJI, penguatan literasi, perluasan akses, dan pembentukan ketahanan finansial harus berjalan beriringan agar masyarakat Indonesia semakin siap dan tangguh menghadapi ketidakpastian di masa depan.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9376767/original/099669500_1792391804-WhatsApp_Image_2026-10-19_at_12.55.05.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341640/original/025608900_1788670000-ban1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378993/original/008375700_1792570597-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_14.28.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457288/original/036912000_1766994690-7c6fd0ce-eaff-4f05-a307-b620f1c9397b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378431/original/084114900_1792513368-1001779424.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3022804/original/034250800_1579080494-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156437/original/071770600_1663062666-Emas1.jpg)