Sepekan Turun, Harga Emas Dunia Tertekan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed

Harga Emas Dunia melemah sepekan meski sempat naik tipis di akhir sesi. Pasar menakar peluang kenaikan suku bunga The Fed usai inflasi AS memanas.

Arthur Gideon
Oleh Arthur Gideon- Reporter
Sepekan Turun, Harga Emas Dunia Tertekan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed
Ilustrasi harga emas dunia. (Gambar by AI)

Harga emas dunia mencatat penurunan mingguan karena pelaku pasar mewaspadai kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini. Kekhawatiran dipicu deretan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang melampaui perkiraan, mengutip CNBC, Sabtu (17/10/2026).

Pada akhir perdagangan Jumat, harga emas di pasar spot naik tipis 0,1% menjadi US$ 4.175,34 per ons. Namun, sepanjang pekan ini harga emas masih terkoreksi 0,4%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember naik 0,7% ke US$ 4.198,20 per ons.

Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menilai pergerakan harga masih terbatas di kisaran tertentu dan mendekati area dukungan seiring ketidakpastian kebijakan The Fed. "Kita masih bergerak dalam rentang yang terbatas dan cenderung menuju batas bawah level dukungan. Alasan utamanya adalah masih banyak ketidakjelasan mengenai langkah yang akan diambil The Fed," kata Melek.

Inflasi AS Memanas, Peluang Kenaikan Suku Bunga Menguat

Data yang dirilis Kamis menunjukkan harga produsen AS mencatat kenaikan bulanan terbesar dalam 4,5 tahun terakhir. Sehari sebelumnya, laporan inflasi konsumen juga memperlihatkan laju kenaikan harga yang semakin cepat pada September.

Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan optimismenya terhadap kekuatan ekonomi AS, namun ia tidak memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyebut data inflasi tersebut "mengecewakan".

Adapun Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyatakan The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga secara lebih agresif apabila ekspektasi inflasi masyarakat memburuk secara signifikan.

Menurut perangkat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan ini. Namun, peluang kenaikan suku bunga pada Desember diperkirakan mencapai 90%.

Emas lazim dipandang sebagai lindung nilai inflasi, tetapi kenaikan suku bunga cenderung mengurangi daya tariknya karena logam mulia ini tidak menawarkan imbal hasil.

Prospek Harga Emas hingga Akhir Tahun: Tekanan Masih Membayangi

Ekonom Iklim dan Komoditas Capital Economics, Hamad Hussain, memperkirakan harga emas berpotensi bergerak lebih rendah hingga akhir 2026. "Sepanjang sisa tahun ini, harga emas kemungkinan akan bergerak turun secara bertahap seiring The Fed terus menaikkan suku bunga dan kekhawatiran mengenai berakhirnya ledakan investasi AI terbukti hanya bersifat sementara," kata Hussain.

Prospek tersebut mencerminkan tekanan dari kebijakan moneter yang lebih ketat serta perubahan sentimen investor terhadap sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Di India, pasar emas bergerak berbeda. Harga emas di negara tersebut diperdagangkan dengan premi pada pekan ini untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan, setelah penurunan harga sebelumnya mendorong peningkatan pembelian perhiasan.

Pada Jumat, harga logam mulia lain di pasar spot kompak menguat: perak naik 0,3% ke US$ 57,62 per ons, platinum naik 1,1% menjadi US$ 1.643,70 per ons, dan paladium bertambah 0,4% ke US$ 1.130,75 per ons.

Meski demikian, ketiga logam tersebut masih berada di jalur penurunan mingguan.

Rekomendasi