Program Jari Tangan Dongkrak Hasil Panen Petani Indramayu hingga 65 Persen

Lewat program Jari Tangan Pertamina, hasil panen padi petani Indramayu melonjak 65%. Pertanian organik & sumur dalam jadi kunci keberhasilan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra- Reporter
Program Jari Tangan Dongkrak Hasil Panen Petani Indramayu hingga 65 Persen
Sementara itu, cadangan beras yang dikelola Bulog berada di kisaran 4,27 juta ton hingga pertengahan April 2026. Tampak dalam foto, petani memanen padi jenis Inpari 32 di Kampung Tematik Mulyaharja, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026). (merdeka.com/Arie Basuki)

Hamparan sawah di Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, kembali menuai hasil manis. Lewat pendampingan berkelanjutan, produktivitas gabah kering panen para petani melonjak tajam hingga 10,60 ton per hektare pada panen musim tanam kedua, naik 61,6 persen dibandingkan sebelum adanya pendampingan (6,56 ton per hektare).

Sementara itu, hasil gabah kering giling juga melonjak sebesar 65,2 persen, dari 5,64 ton menjadi 9,32 ton per hektare. Capaian positif ini mengemuka dalam panen bersama Program Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan (Jari Tangan).

Lewat program Jari Tangan, sebanyak 60 petani dari enam kelompok tani, yakni Kelompok Tani Sekarjati, Rejeki Tani I, Rejeki Tani III, Rejeki Tani IV, Gunda Rejeki Tani, dan Kelompok Tani Makmur dibina untuk memproduksi agens hayati, pupuk organik, dan pestisida alami secara mandiri. Langkah ini ampuh memangkas biaya operasional sekaligus memulihkan kesuburan tanah.

Inisiatif ini juga diperkuat dengan pembangunan infrastruktur pendukung, seperti lima titik sumur air dalam, perbaikan irigasi dan jalan usaha tani, hingga penyediaan sarana produksi seperti benih padi, traktor, sprayer elektrik, serta rumah burung hantu penangkal hama. Keberhasilan transfer pengetahuan ini tak lepas dari peran Suradi, local hero Desa Jatisura, yang konsisten mengedukasi sesama petani.

Ketua Pokja Pengembangan Masyarakat SKK Migas, Roy Widiartha, memuji sinergi hulu migas dan sektor pertanian ini.

"Industri hulu migas tidak hanya hadir untuk menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Apa yang kita lihat hari ini di Jatisura menunjukkan bahwa ketahanan energi dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan. Kami mendorong agar program seperti ini terus dijaga keberlanjutannya dan dapat direplikasi di wilayah lain," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, program ini digagas PT Pertamina EP Jatibarang Field (PEP Jatibarang) dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE), bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, UPTD, BPP Kecamatan Cikedung, Gapoktan, serta Universitas Padjadjaran.

Fokus Utama Perusahaan

Manager Communication, Relations & CID PT Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, menambahkan bahwa fokus utama perusahaan adalah kemandirian masyarakat. 

"Bagi kami, hasil panen ini bukan hanya tentang peningkatan produktivitas, tetapi juga tentang bagaimana proses pendampingan dapat memperkuat pengetahuan dan kemampuan petani untuk mengelola lahannya secara mandiri. Jari Tangan menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk tumbuh bersama masyarakat melalui program yang memberikan manfaat nyata dan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan," tuturnya.

Apresiasi tinggi turut disampaikan Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Rory Firmansyah.

"Kami atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu mengapresiasi dukungan Pertamina EP melalui pendampingan yng diberikan kepada petani di Jatisura. Hasilnya bisa kita lihat bersama, produksi panen berhasil meningkat secara signifikan. Ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjaga ketahanan pangan daerah sebagai salah satu lumbung padi nasional, dan kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut," katanya.

Rekomendasi