Ubah Limbah Jadi Energi, Petani Desa Kepuhrejo Bisa Panen 4 Kali Setahun

Lewat olah limbah jadi biogas, petani Desa Kepuhrejo sukses dongkrak panen hingga 4 kali setahun. Intip rahasia kemandirian energi dan pangan warga.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Ubah Limbah Jadi Energi, Petani Desa Kepuhrejo Bisa Panen 4 Kali Setahun
Ubah Limbah Jadi Energi, PetanI Desa Kepuhrejo Bisa Panen 4 Kali Setahun

Pengelolaan limbah peternakan dan perikanan di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur kini tak lagi menjadi masalah lingkungan. Lewat pendekatan ekonomi sirkular, limbah organik tersebut dikonversi menjadi sumber energi biogas dan pupuk kompos yang menopang ekonomi warga secara berkelanjutan.

Inovasi ini diusung oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi (PKT BISA). Energi biogas yang dihasilkan difungsikan untuk mendukung pengeringan hasil tani, operasional UMKM, hingga pasokan energi rumah tangga bagi masyarakat rentan di sekitar kawasan.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengungkapkan keberhasilan PKT BISA menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan secara terukur dapat memberikan dampak lebih besar ketika dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat.

"Utamanya adalah meningkatkan kapasitas masyarakat, menciptakan nilai tambah dari potensi lokal, serta membangun sistem yang dapat terus berjalan setelah intervensi program. Pupuk Kaltim mengembangkan PKT BISA dengan pendekatan ekonomi sirkular untuk memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat," terang Rafli Yandra, Rabu (30/9).

"Sejak dikembangkan pada 2021, PKT BISA secara bertahap membangun ekosistem agribisnis yang mengintegrasikan berbagai sektor potensial di Desa Kepuhrejo. Pupuk Kaltim juga menggandeng berbagai pihak terkait dalam pengembangannya," lanjut Rafli.

Sistem terpadu ini berhasil menghubungkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, pengolahan limbah, hingga kelompok usaha perempuan dalam satu siklus yang saling menguntungkan.

"Prinsip yang kami dorong adalah bagaimana potensi yang ada di desa dapat saling terhubung. Limbah dari satu aktivitas dapat menjadi input bagi aktivitas lainnya, sehingga tercipta siklus yang memberi manfaat kembali bagi masyarakat," lanjut Rafli.

Dampak Integrasi

 

Dampak dari integrasi ini langsung terasa pada produktivitas lahan pertanian. Pada 2025, program PKT BISA berhasil mendorong petani di Babadan meningkatkan intensitas panen hingga empat kali dalam setahun. Dalam satu periode, produksi padi mampu menembus 70 ton di atas lahan 10 hektare (Ha), kacang tanah 5 ton di lahan 1,1 Ha, serta jagung 81 ton dari lahan 8 Ha.

Peningkatan hasil bumi ini diselaraskan dengan pendampingan program Agrosolution yang mengelola total lahan 19,1 Ha, mencakup pengolahan tanah, pemupukan berimbang, hingga pembukaan akses pasar. Tak hanya pertanian, sektor perikanan dan peternakan turut berkembang hingga produk olahan UMKM Babadan berhasil menembus pasar luar daerah.

"Program juga mengintegrasikan kelompok pertanian, peternakan, perikanan, kompos, serta UMKM dan kelompok perempuan dalam satu ekosistem pemberdayaan," kata Rafli.

Ia menegaskan, Pupuk Kaltim hadir sebagai katalisator agar program ini tumbuh menjadi milik masyarakat dan diproyeksikan berkembang menjadi Pusat Agroedukasi terpadu.

"Kami ingin program ini tumbuh menjadi milik masyarakat. Pupuk Kaltim hadir sebagai katalisator, membuka akses, membangun kapasitas, dan memperkuat ekosistemnya. Selanjutnya, masyarakat bersama seluruh mitra kolaborasi menjadi penggerak utama keberlanjutan program," tutur Rafli.

Raih Apresiasi

Keberhasilan menggerakkan ekonomi desa berbasis lingkungan ini mengantarkan Pupuk Kaltim meraih penghargaan CSR & PDB Awards 2026 dengan predikat Gold dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).

Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria mengapresiasi kontribusi Pupuk Kaltim dan perusahaan penerima penghargaan yang terus mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan desa secara berkelanjutan.

"Kami mengapresiasi perusahaan-perusahaan yang telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa. Kami harap kolaborasi seperti ini terus diperkuat, karena pembangunan desa membutuhkan sinergi seluruh pihak. Kalau desanya maju, Indonesianya maju," ujar Riza saat penyerahan penghargaan di Kantor Kemendes PDT.

"Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus terus diperkuat dalam mendukung pembangunan desa. Ketika desanya maju dan berdaya, maka Indonesia pun akan semakin maju," tutup Wamendes Riza.

Rekomendasi