Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) siap menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III sekaligus Puncak Peringatan 50 Tahun HIPPI pada Senin, 12 Oktober 2026, di The Ballroom at Djakarta Theater, Jakarta.
Mengusung tema “50 Tahun HIPPI: Bangkit, Mandiri, Indonesia Banget” dan subtema “Konsolidasi Pengusaha Nasional untuk Kedaulatan Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045”, gelaran ini menjadi momen strategis untuk memperkuat posisi pengusaha nasional sebagai pilar utama pembangunan ekonomi Indonesia.
Memasuki usia setengah abad sejak berdiri pada 17 Agustus 1976, HIPPI menegaskan kembali komitmennya dalam memperjuangkan kesempatan, akses, kapasitas, hingga keberpihakan bagi pengusaha pribumi agar kian berdaya saing.
Langkah ini dinilai krusial di tengah gejolak ketidakpastian ekonomi global, pergeseran rantai pasok dunia, tekanan daya beli, gempuran produk impor, hingga pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Bagi HIPPI, kedaulatan ekonomi tidak cukup sekadar diukur dari angka pertumbuhan dan nilai investasi, melainkan harus tercermin dari kemampuan pengusaha nasional menguasai sektor produksi, teknologi, pembiayaan, pasar, serta rantai pasok.
Ketua Umum DPP HIPPI, Erik Hidayat, menekankan pentingnya membangun semangat kemandirian bagi para pelaku usaha di tanah air.
Erik Hidayat mengajak seluruh anggota HIPPI, pemerintah, dunia usaha, perbankan, akademisi, dan generasi muda untuk bersama-sama memperkuat ekonomi kerakyatan dan kemandirian nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Pesan utama dalam perayaan emas ini difokuskan pada gerakan “Indonesia Banget” guna memupuk rasa bangga, penggunaan, produksi, serta promosi karya anak bangsa melalui empat pilar aksi:
- Beli Indonesia: Mengajak masyarakat, lembaga, dan dunia usaha menyerap produk serta jasa buatan pelaku usaha nasional.
- Pakai Indonesia: Mendorong pemanfaatan produk, layanan, teknologi, dan karya dalam negeri untuk memperkokoh pasar domestik.
- Produksi Indonesia: Meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi lokal agar pengusaha nasional mengambil peran lebih besar di rantai pasok industri.
- Promosikan Indonesia: Mendorong produk serta jasa dalam negeri agar makin dikenal luas di pasar domestik maupun internasional.
HIPPI menilai kebanggaan terhadap produk lokal harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Kedaulatan ekonomi mustahil dicapai jika Indonesia hanya menjadi target pasar barang asing tanpa diimbangi kemampuan memproduksi, mengembangkan, dan memasarkan produk yang kompetitif secara berkelanjutan.
Advertisement
Rangkaian Acara dan Forum Kolaborasi
Rakernas III HIPPI 2026 ditargetkan menghadirkan lebih dari 600 peserta dari seluruh Indonesia, mulai dari pengurus HIPPI, elemen pemerintah, pelaku bisnis, perbankan, investor, BUMN, swasta, akademisi, hingga generasi muda.
Sejumlah agenda utama yang disiapkan mencakup:
- Rakernas Organisasi: Evaluasi program kerja, penguatan kelembagaan, penyusunan prioritas kerja tahun 2027, serta rekomendasi strategis organisasi.
- Indonesia Banget Expo: Ajang pameran produk, jasa, inovasi, dan karya unggulan anggota HIPPI serta UMKM daerah.
- Business Matching Nasional (HIPPI Collabs): Forum yang mempertemukan pengusaha dengan BUMN, swasta, ritel, perhotelan, marketplace, distributor, perbankan, hingga investor dan mitra ekspor.
- HIPPI Policy & Economic Forum (HIPPI Talks): Ruang diskusi yang mengupas tantangan ekonomi strategis, seperti daya beli, rantai pasok, hilirisasi, penguatan UMKM, digitalisasi, AI, ketahanan pangan, energi, hingga ekonomi kreatif menuju Indonesia Emas 2045.
HIPPI 50 Legacy Award: Penganugerahan apresiasi bagi tokoh, pengusaha, UMKM, organisasi daerah, generasi muda, dan mitra strategis yang berkontribusi nyata pada penguatan dunia usaha nasional.