Memasuki Era Digitalisasi, PTPN III Implementasi Penggunaan IoT di Perkebunan Sawit

Strategi perusahaan menggunakan IoT ini merupakan sebuah keharusan untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

Siti Ayu Rachma
Oleh Siti Ayu Rachma - Reporter
Memasuki Era Digitalisasi, PTPN III Implementasi Penggunaan IoT di Perkebunan Sawit
Memasuki Era Digitalisasi, PTPN III Implementasi Penggunaan IoT di Perkebunan Sawit (Merdeka.com)

Strategi perusahaan menggunakan IoT ini merupakan sebuah keharusan untuk meningkatkan daya saing perusahaan.

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berhasil mengimplementasi digitalisasi berbasis internet of things (IoT), mekanisasi, dan kebijakan operasional berbasis keberlanjutan melalui dekarbonisasi dalam menjalankan operasional perusahaan yang bergerak di komoditas sawit.

"Sebagai perusahaan milik negara, PTPN terbukti advance dalam mengoptimalkan produksi melalui implementasi digitalisasi, mekanisasi, serta pendekatan dekarbonisasi yang efektif dan efisien, di samping tentu juga perlu terus menerus menjaga integritas," 

kata Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mochamad Edy Yusuf, dalam keterangannya, Jumat (9/2).

Merespon itu, menurut Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) Mahmudi strategi perusahaan menggunakan IoT ini merupakan sebuah keharusan untuk meningkatkan daya saing perusahaan.


"PTPN telah melaksanakan hal ini dan diimplementasikan dengan sangat baik. Di sini adalah contohnya, ketika inovasi memperkuat transformasi dan memberikan nilai positif bagi operasional perusahaan," ujarnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Mahmudi berhadap pendekatan digitalisasi dan mekanisasi yang diimplementasikan PTPN IV PalmCo Regional 3 menjadi contoh penerapan secara luas oleh regional untuk menjadi PTPN Juara.

Sementara itu, Region Head PTPN IV PalmCo Regional 3 Rurianto mengatakan perusahaan secara bertahap melaksanakan program digitalisasi sejak 2020 lalu dan ditargetkan terealisasi penuh atau fully integrated pada 2024 ini.


"Bidang perkebunan dan industri kelapa sawit selama ini dikelola secara konvensional, dan kini saatnya kita menjadi pionior untuk bertransformasi menuju modernisasi dengan memanfaatkan teknologi," kata Ruri.

Ia menyebut langkah itu merupakan bagian dari transformasi perusahaan melalui penerapan Precision Farming.

Tujuannya mendukung pengelolaan perkebunan sawit sehingga mampu melakukan pengendalian biaya, pengendalian produksi, dan pengendalian penipuan secara efektif dan efisien.


Langkah itu juga sejalan dengan pelaksanaan strategi perusahaan, yaitu dengan mengurangi biaya dan peningkatan nilai sehingga terbentuk menghargai sebuah inovasi.

"Digitalisasi, mekanisasi, dekarbonisasi merupakan bagian penting dalam transformasi perusahaan. Di sini ada perjuangan untuk menata dan mentransformasi budaya. Dari yang terfragmentasi menjadi terintegrasi. Dari yang serba manual menjadi terdigitalisasi, lebih cepat dan akurat," 

pungkasnya.

Rekomendasi