Pemandangan gedung-gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (8/6/2024). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, realisasi belanja negara per April 2024 mencapai Rp849,2 triliun atau 25,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Foto: Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9180366/original/058212500_1783095131-1717848830358-xkuo4.jpg)
Advertisement
Realisasi belanja negara tumbuh sebesar 10,9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Foto: Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9180369/original/054061100_1783095133-1717848986947-zajyu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9180372/original/088154900_1783095132-1717849201709-eg84e.jpg)
Sri Mulyani merinci, realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) hingga April 2024 mencapai Rp591,7 triliun atau 24 persen dari pagu anggaran, tumbuh 13,2 persen (yoy). Foto: Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9180374/original/048293400_1783095133-1717849278486-uzt0g.jpg)
"Pertumbuhan realisasi BPP utama ta dipengaruhi oleh pembayaran THR dan akan ternormalisasi pada kuartal II," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Senin (27/5). Foto: Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9180376/original/012652400_1783095134-1717849307300-5dlyvh.jpg)
Realisasi BPP sebesar Rp591,7 triliun terbagi menjadi dua, antara lain belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp304,2 triliun atau 27,9 persen dari pagu dan belanja non K/L Rp287,6 triliun atau 20,9 persen dari pagu. Foto: Merdeka.com/Imam Buhori
Advertisement
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9180377/original/052760400_1783095134-1717849431954-k5agc.jpg)
"Belanja K/L dipengaruhi oleh pembayaran JKN/KIS, penyaluran berbagai program bansos, pembangunan infrastruktur dan dukungan pelaksanaan pemilu," imbuhnya. Foto: Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9180378/original/000093600_1783095135-1717849464101-0dzbn.jpg)
"Belanja non K/L dipengaruhi oleh realisasi energi dan pembayaran manfaat pensiun," sambungnya. Foto: Merdeka.com/Imam Buhori
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9180363/original/022352200_1783095131-1717849607342-gqbpr.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457288/original/036912000_1766994690-7c6fd0ce-eaff-4f05-a307-b620f1c9397b.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378431/original/084114900_1792513368-1001779424.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3022804/original/034250800_1579080494-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4156437/original/071770600_1663062666-Emas1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4477887/original/010773400_1687477107-Harga_Minyak_Dunia_Freepik.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9378268/original/048579200_1792495109-KMP_Batu_Mandi_terbakar_di_perairan_Merak.jpeg)