FOTO: April 2024, Realisasi Belanja Negara Capai Rp849 Triliun

Realisasi belanja negara tumbuh sebesar 10,9 persen secara tahunan.

Nanda Farikh Ibrahim
Oleh Nanda Farikh Ibrahim - Reporter
FOTO: April 2024, Realisasi Belanja Negara Capai Rp849 Triliun
FOTO: April 2024, Realisasi Belanja Negara Capai Rp849 Triliun (Merdeka.com)

Pemandangan gedung-gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (8/6/2024). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, realisasi belanja negara per April 2024 mencapai Rp849,2 triliun atau 25,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Foto: Merdeka.com/Imam Buhori

Pemandangan gedung-gedung perkantoran di Jakarta, Sabtu (8/6/2024). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan, realisasi belanja negara per April 2024 mencapai Rp849,2 triliun atau 25,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (
Dok. Istimewa

Realisasi belanja negara tumbuh sebesar 10,9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Foto: Merdeka.com/Imam Buhori

Realisasi belanja negara tumbuh sebesar 10,9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Foto: Merdeka.com/Imam Buhori
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Sri Mulyani merinci, realisasi belanja pemerintah pusat (BPP) hingga April 2024 mencapai Rp591,7 triliun atau 24 persen dari pagu anggaran, tumbuh 13,2 persen (yoy). Foto: Merdeka.com/Imam Buhori

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Pertumbuhan realisasi BPP utama ta dipengaruhi oleh pembayaran THR dan akan ternormalisasi pada kuartal II," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Senin (27/5). Foto: Merdeka.com/Imam Buhori

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Realisasi BPP sebesar Rp591,7 triliun terbagi menjadi dua, antara lain belanja Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp304,2 triliun atau 27,9 persen dari pagu dan belanja non K/L Rp287,6 triliun atau 20,9 persen dari pagu. Foto: Merdeka.com/Imam Buhori

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Belanja K/L dipengaruhi oleh pembayaran JKN/KIS, penyaluran berbagai program bansos, pembangunan infrastruktur dan dukungan pelaksanaan pemilu," imbuhnya. Foto: Merdeka.com/Imam Buhori

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

"Belanja non K/L dipengaruhi oleh realisasi energi dan pembayaran manfaat pensiun," sambungnya. Foto: Merdeka.com/Imam Buhori

Rekomendasi