Jayapura, 28 Maret 2026 – Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri menekankan pentingnya peran Bank Papua dalam memajukan perekonomian daerah. Dalam pernyataannya di Jayapura, Sabtu (28/3), Fakhiri secara tegas mendorong Bank Papua untuk memperkuat penyaluran kredit produktif serta mempercepat proses digitalisasi. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Bank Papua dan memperkokoh posisinya sebagai pilar utama ekonomi di wilayah tersebut.
Fakhiri menyoroti bahwa Bank Papua memiliki kedudukan krusial sebagai simbol kedaulatan ekonomi daerah. Oleh karena itu, penguatan lembaga keuangan ini menjadi sebuah keharusan agar mampu bersaing secara efektif di tingkat regional, bahkan menjadi juara regional. Untuk mencapai tujuan tersebut, penguatan infrastruktur teknologi informasi harus menjadi prioritas utama bagi bank daerah ini.
Pemerintah Provinsi Papua berharap Bank Papua tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan biasa, melainkan juga sebagai instrumen pembangunan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Tanah Papua. Dorongan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang beredar memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Strategi Transformasi Bank Papua untuk Daya Saing
Gubernur Mathius D. Fakhiri menguraikan lima strategi utama yang harus menjadi fokus Bank Papua ke depan guna mencapai status sebagai 'regional champion'. Strategi pertama adalah penguatan permodalan, yang esensial untuk memperkokoh struktur keuangan bank dan meningkatkan kapasitasnya dalam menyalurkan pembiayaan. Kedua, transformasi digital, yang mencakup percepatan adopsi teknologi untuk layanan perbankan yang lebih efisien dan modern.
Strategi ketiga adalah peningkatan likuiditas, memastikan Bank Papua memiliki cadangan dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban dan mendukung operasionalnya secara stabil. Keempat, penguatan kredit produktif, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), yang merupakan tulang punggung ekonomi kerakyatan di Papua. Kelima, investasi pada sumber daya manusia Orang Asli Papua (OAP) untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas karyawan lokal, sehingga dapat berkontribusi maksimal pada kemajuan bank.
Fakhiri menegaskan bahwa setiap kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Papua harus memberikan dampak nyata kepada masyarakat. “Bank Papua harus tumbuh kuat dan menjadi regional champion,” ujarnya. Penguatan infrastruktur teknologi informasi menjadi prioritas utama untuk mendukung transformasi digital ini, yang akan meningkatkan kualitas layanan dan efisiensi operasional bank.
Advertisement
Pemerintah daerah juga meminta agar seluruh transaksi pemerintah daerah dilakukan melalui Bank Papua. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan perputaran dana pemerintah daerah di dalam ekosistem Bank Papua, sehingga memperkuat posisi keuangan daerah dan mendukung pertumbuhan bank. Langkah ini juga diharapkan dapat mencegah dana daerah berputar di luar Papua, memastikan manfaatnya kembali ke masyarakat setempat.
Advertisement
Peran Bank Papua dalam Pembangunan Ekonomi Kerakyatan
Bank Papua tidak hanya dipandang sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk pembangunan yang berpihak pada ekonomi kerakyatan. Gubernur meminta jajaran direksi dan manajemen Bank Papua untuk meningkatkan porsi kredit produktif secara signifikan. Peningkatan ini krusial untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan sektor riil lainnya di Papua, yang pada gilirannya akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, percepatan digitalisasi menjadi kunci untuk memperluas jangkauan layanan bank, memudahkan akses masyarakat terhadap produk keuangan, dan meningkatkan efisiensi operasional. Penguatan manajemen risiko dan tata kelola perusahaan juga ditekankan untuk memastikan Bank Papua beroperasi secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan prinsip-prinsip perbankan yang sehat. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan stabilitas keuangan bank.
Fakhiri juga mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran dengan mengurangi belanja yang tidak produktif, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. “Kurangi belanja tidak produktif, fokus pada yang berdampak, dan pastikan setiap rupiah kembali menjadi manfaat bagi masyarakat di Tanah Papua,” katanya. Optimalisasi perputaran dana pemerintah daerah melalui Bank Papua juga diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan daerah secara keseluruhan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews