Pemerintah Kabupaten Bekasi (Pemkab Bekasi) mengambil langkah proaktif untuk meringankan beban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Melalui operasi pasar bersubsidi (Opadi), Pemkab Bekasi menyalurkan ribuan paket bahan kebutuhan pokok. Inisiatif ini bertujuan untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pangan bagi warga.
Sebanyak 3.497 paket pangan subsidi didistribusikan dengan skema tebus murah, jauh di bawah harga pasar. Program ini secara khusus menyasar dua wilayah kecamatan, yakni Cikarang Utara dan Babelan, yang diidentifikasi rawan terhadap kenaikan harga bahan pokok. Setiap paket berisi kebutuhan dasar yang esensial bagi rumah tangga.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) pada Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah. Penyaluran ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Advertisement
Advertisement
Distribusi dan Alokasi Pangan Subsidi di Bekasi
Helmi Yenti mengungkapkan bahwa total 3.497 paket pangan subsidi telah dialokasikan untuk masyarakat Kabupaten Bekasi. Kecamatan Cikarang Utara menerima 1.750 paket yang didistribusikan kepada warga di 11 desa, sementara Kecamatan Babelan mendapatkan 1.747 paket untuk delapan desa dan satu kelurahan. Alokasi ini telah ditetapkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat.
Mengingat kuota yang terbatas, pembagian paket pangan subsidi ini diserahkan sepenuhnya kepada desa melalui koordinasi dengan RT dan RW setempat. Tujuannya adalah untuk memastikan distribusi yang merata dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Keterbatasan kuota ini berarti tidak semua kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara keseluruhan.
Setiap paket sembako dijual kepada masyarakat dengan harga Rp40.000, jauh lebih rendah dari harga normal di pasaran yang mencapai Rp90.000. Selisih harga sebesar Rp50.000 per paket sepenuhnya disubsidi oleh pemerintah daerah. Skema ini dirancang untuk membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan pokok.
Advertisement
Advertisement
Tujuan dan Isi Paket Pangan Subsidi
Operasi pasar bersubsidi ini secara spesifik menargetkan masyarakat yang terdampak kenaikan harga bahan pokok, namun masih memiliki daya beli. Helmi Yenti menegaskan bahwa program ini berbeda dengan bantuan sosial gratis untuk masyarakat miskin ekstrem. Tujuannya adalah untuk mengurangi beban finansial masyarakat akibat fluktuasi harga di pasaran.
Satu paket Opadi yang disalurkan berisi beberapa komoditas pokok yang sangat dibutuhkan. Paket tersebut terdiri dari beras premium seberat 3 kilogram, minyak goreng premium sebanyak 1 liter, gula pasir 1 kilogram, serta tepung terigu 1 kilogram. Kombinasi ini diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan dasar rumah tangga.
Berdasarkan analisis konsultan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, wilayah Babelan dan Cikarang Utara diidentifikasi sebagai daerah yang rawan mengalami kenaikan harga bahan pokok. Oleh karena itu, kedua kecamatan ini diprioritaskan dalam pelaksanaan program pangan subsidi. Analisis ini menjadi dasar penentuan lokasi penyaluran.
Advertisement
Advertisement
Perbedaan dengan Operasi Pasar Mandiri dan Imbauan Distribusi
Selain operasi pasar bersubsidi, Pemkab Bekasi juga menyelenggarakan operasi pasar mandiri di wilayah lain. Operasi pasar mandiri ini dilakukan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan skema penjualan komoditas sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Berbeda dengan Opadi, operasi pasar mandiri tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Contohnya, minyak goreng yang di pasaran dapat mencapai Rp19.000 per liter, di operasi pasar mandiri dijual sekitar Rp15.700, sesuai HET. Meskipun tidak disubsidi, program ini tetap membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih stabil dan terjangkau. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga.
Camat Cikarang Utara, Enop Can, mengimbau seluruh kepala desa untuk segera menyampaikan informasi terkait kegiatan operasi pangan subsidi ini kepada masyarakat. Hal ini penting agar warga dapat memanfaatkan program tersebut secara maksimal. Masyarakat yang ingin membeli paket diminta untuk melampirkan fotokopi KTP sebagai syarat.
Advertisement
Sumber: AntaraNews