Cetak Sawah Rakyat Kalteng 21 Ribu Hektare, Langkah Nyata Menuju Lumbung Pangan Nasional

Kalimantan Tengah berhasil mewujudkan program Cetak Sawah Rakyat seluas 21 ribu hektare, sebuah inisiatif krusial untuk menjadikan provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional dan menjamin ketahanan pangan daerah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cetak Sawah Rakyat Kalteng 21 Ribu Hektare, Langkah Nyata Menuju Lumbung Pangan Nasional
Kalimantan Tengah berhasil mewujudkan program Cetak Sawah Rakyat seluas 21 ribu hektare, sebuah inisiatif krusial untuk menjadikan provinsi ini sebagai lumbung pangan nasional dan menjamin ketahanan pangan daerah. (AntaraNews)

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan komitmen kuat dalam sektor pertanian melalui keberhasilan program Cetak Sawah Rakyat. Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, mengumumkan bahwa program ini telah berhasil merealisasikan perluasan lahan sawah seluas 21 ribu hektare. Selain itu, optimasi lahan seluas 6.882 hektare juga telah dilakukan, menandai langkah signifikan dalam upaya mewujudkan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional.

Pengembangan sektor pertanian menjadi prioritas utama untuk mencapai swasembada pangan, sejalan dengan visi pemerintah nasional. Wagub Edy Pratowo menekankan pentingnya kemajuan di sektor ini sebagai kunci utama. Oleh karena itu, ia mendorong setiap daerah di Kalteng untuk proaktif dalam menyiapkan cadangan pangan pemerintah daerah guna mengantisipasi berbagai kebutuhan.

Edy Pratowo juga memberikan peringatan tegas mengenai alih fungsi lahan baku sawah. Ia menegaskan agar lahan produktif tidak dialihfungsikan untuk kepentingan di luar ketahanan pangan. Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat terhadap program lumbung pangan di Kalteng diharapkan dapat dijawab dengan kerja keras dan sinergi yang solid antarinstansi terkait.

Penguatan Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan Daerah

Sektor pertanian memegang peranan vital dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Wagub Edy Pratowo secara konsisten menyuarakan pentingnya penguatan sektor ini sebagai fondasi ketahanan pangan. Inisiatif perluasan lahan melalui Cetak Sawah Rakyat menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mencapai tujuan tersebut.

Pemerintah Provinsi Kalteng juga secara aktif mengimbau seluruh kabupaten dan kota untuk membangun cadangan pangan lokal. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian pangan di tingkat daerah, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar, serta meningkatkan resiliensi terhadap potensi gejolak harga maupun pasokan.

Dalam konteks menjaga keberlanjutan produksi pangan, larangan alih fungsi lahan sawah menjadi kebijakan krusial. Edy Pratowo berharap seluruh pihak dapat mematuhi kebijakan ini demi menjaga luas lahan produktif. Sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat ekosistem pertanian di Kalteng.

Strategi Jangka Panjang dan Peningkatan SDM Pertanian

Selain perluasan lahan, Pemerintah Provinsi Kalteng juga menyusun strategi jangka panjang untuk mendukung sektor pertanian. Salah satu inisiatif unggulan adalah program pendidikan vokasi gratis yang ditujukan bagi generasi muda. Program ini dirancang khusus untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang terampil, modern, dan siap menghadapi tantangan di lapangan.

Lulusan dari program vokasi ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak utama di berbagai wilayah pengembangan pertanian. Mereka akan berperan sebagai Brigade Pangan yang mampu mengadopsi dan menerapkan teknologi pertanian terkini. Dengan demikian, proses modernisasi pertanian dapat dipercepat, sekaligus menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan di Kalteng.

Edy Pratowo menjelaskan bahwa keberadaan SDM pertanian yang berkualitas adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Inovasi teknologi, praktik pertanian berkelanjutan, dan manajemen lahan yang baik akan menjadi fokus utama para lulusan vokasi. Hal ini sejalan dengan visi Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran yang menjadikan pembangunan sektor pertanian, termasuk peternakan dan perikanan, sebagai salah satu fokus utama.

Dukungan Penuh untuk Peningkatan Produktivitas Petani

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng, di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Rendy Lesmana, terus memastikan dukungan penuh bagi para petani. Pihaknya secara berkesinambungan menyediakan pendampingan teknis, ketersediaan sarana produksi seperti benih dan pupuk, serta penguatan kapasitas petani melalui berbagai pelatihan. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

Selain itu, Dinas TPHP Kalteng juga berkomitmen untuk mendukung tersedianya fasilitas pascapanen yang lebih efektif dan efisien. Fasilitasi ini mencakup peralatan dan infrastruktur yang diperlukan untuk penanganan hasil panen, mulai dari pengeringan hingga penyimpanan. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kehilangan hasil panen dan menjaga kualitas produk pertanian.

Peningkatan kualitas dan kuantitas gabah kering panen bagi kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan) juga menjadi perhatian utama. Dengan adanya fasilitas pascapanen yang memadai, diharapkan nilai tambah produk pertanian dapat meningkat. Hal ini secara langsung akan berdampak positif pada kesejahteraan petani dan memperkuat posisi Kalteng sebagai lumbung pangan nasional.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi