Pemkot Bukittinggi Buka Lebar Peluang Investasi, Pastikan Pembangunan Kota Berkelanjutan

Pemerintah Kota Bukittinggi secara terbuka mengundang investor daerah dan nasional untuk menanam modal, membuka peluang investasi Bukittinggi demi pembangunan kota yang menguntungkan dan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Bukittinggi Buka Lebar Peluang Investasi, Pastikan Pembangunan Kota Berkelanjutan
Pemerintah Kota Bukittinggi secara terbuka mengundang investor daerah dan nasional untuk menanam modal, membuka peluang investasi Bukittinggi demi pembangunan kota yang menguntungkan dan berkelanjutan. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, secara resmi membuka peluang lebar bagi seluruh investor, baik dari daerah maupun nasional, untuk berpartisipasi aktif dalam menanamkan modal guna pembangunan kota. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan komitmen ini pada Sabtu (10/1), menandai langkah strategis Pemkot dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Langkah ini diambil menyusul akan berakhirnya masa Hak Guna Bangun (HGB) Pasar Banto Trade Center (BTC) pada Maret 2026. Pemkot Bukittinggi berupaya mencari mitra baru yang dapat memberikan kontribusi positif dan signifikan bagi daerah, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa setiap penawaran investasi akan diseleksi secara cermat dan transparan. Proses ini akan melibatkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) serta dikaji berdasarkan peraturan yang berlaku, demi memastikan investasi yang menguntungkan dan sesuai dengan aturan.

Seleksi Ketat untuk Investasi Menguntungkan

Dalam upaya menarik investor, Wali Kota Ramlan Nurmatias menekankan pentingnya seleksi ketat terhadap setiap penawaran yang masuk. Proses evaluasi akan dilakukan bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk memastikan bahwa setiap skema kerja sama, baik itu sewa bangunan maupun bagi hasil, memberikan keuntungan maksimal bagi Bukittinggi.

“Penawaran mana yang masuk dan menguntungkan Bukittinggi, apakah itu skema sewa bangunan atau bagi hasil. Selama memberikan pemasukan daerah dan sesuai aturan,” kata Ramlan. Prioritas utama adalah memastikan bahwa investasi tersebut tidak hanya memberikan keuntungan finansial, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan dan menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal.

Pemkot Bukittinggi berkomitmen untuk menjalin kemitraan yang transparan dan akuntabel, menciptakan iklim investasi yang sehat dan menarik bagi para pemodal. Hal ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan Bukittinggi sebagai kota yang mandiri secara ekonomi dan sejahtera.

Pengalaman Buruk Pasar BTC dan Pelajaran Penting

Keputusan Pemkot Bukittinggi untuk membuka peluang investasi baru tidak terlepas dari pengalaman sebelumnya dengan pengelolaan Pasar Banto Trade Center (BTC). Hak Guna Bangunan (HGB) BTC yang sebelumnya dipegang oleh salah satu perusahaan swasta akan berakhir pada Maret 2026.

Pemkot Bukittinggi mengungkapkan bahwa kerja sama sebelumnya menimbulkan masalah serius, termasuk temuan izin mendirikan bangunan (IMB) yang tidak dibayarkan serta tunggakan pajak bangunan dengan nilai total miliaran rupiah. Kondisi ini menyebabkan kerugian signifikan bagi kas daerah.

“Kita tidak ingin kembali terjadi kerugian di kas daerah, Pasar BTC yang semula diharapkan memberikan kontribusi daerah malah sebaliknya meninggalkan masalah dan pelanggaran,” ujar Ramlan. Oleh karena itu, Wali Kota Ramlan Nurmatias telah menegaskan bahwa HGB perusahaan tersebut tidak akan diperpanjang lagi.

“Saya sudah panggil dan surati perusahaan itu, HGB tidak akan diperpanjang lagi. Kita buka lebar peluang bagi investor lain untuk masuk,” sebutnya. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Pemkot untuk lebih selektif dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi dalam setiap investasi baru.

Visi Pembangunan Kota Berkelanjutan

Pembukaan peluang investasi ini merupakan bagian integral dari visi Pemkot Bukittinggi untuk mewujudkan pembangunan kota yang berkelanjutan dan berdaya saing. Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa Pemkot tidak akan bekerja sama dengan pihak yang berpotensi merugikan anggaran daerah.

Setiap kemitraan investasi diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan infrastruktur, peningkatan fasilitas publik, dan penciptaan ekosistem ekonomi yang kondusif. Dengan menarik investor dari berbagai sektor, Bukittinggi berharap dapat mengadopsi inovasi dan keahlian baru yang akan mempercepat laju pembangunan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat. Tujuannya adalah menjadikan Bukittinggi sebagai kota yang maju, modern, dan sejahtera bagi seluruh warganya, dengan dukungan investasi yang bertanggung jawab dan menguntungkan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi