Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengambil langkah strategis untuk memperkaya fasilitas objek wisata Pantai Ampenan. Sebuah lapangan futsal baru akan dibangun di kawasan tersebut, bertujuan untuk menyediakan sarana olahraga sekaligus meningkatkan daya tarik bagi para wisatawan yang berkunjung. Fasilitas ini tidak hanya menjadi tempat berolahraga, tetapi juga memungkinkan pengunjung menikmati suasana pantai yang indah.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Cahya Samudra, menjelaskan bahwa fasilitas futsal ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum untuk berolahraga sembari menikmati keindahan Pantai Ampenan atau yang dikenal juga sebagai eks Pelabuhan Ampenan. Pengelolaan lapangan futsal ini nantinya akan dipercayakan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Ampenan, sebuah inisiatif untuk memberdayakan komunitas lokal.
Anggaran sebesar sekitar Rp100 juta telah dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 untuk pembangunan lapangan futsal ini. Kehadiran fasilitas ini merupakan respons langsung dari pemerintah kota terhadap aspirasi masyarakat dan pengunjung yang sering terlihat bermain bola di area eks Pelabuhan Ampenan.
Advertisement
Advertisement
Pembangunan dan Pengelolaan Lapangan Futsal Pantai Ampenan
Pembangunan lapangan futsal di Pantai Ampenan merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Mataram untuk melengkapi sarana pendukung wisata. Anggaran Rp100 juta yang bersumber dari APBD Perubahan 2025 menunjukkan komitmen Pemkot dalam mewujudkan fasilitas ini. "Pengelolaannya di bawah kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pantai Ampenan," kata Cahya Samudra, menegaskan peran aktif komunitas lokal dalam menjaga dan mengoperasikan fasilitas tersebut.
Sistem sewa akan diterapkan untuk penggunaan lapangan futsal ini, dengan hasil sewa yang sepenuhnya akan dikelola oleh Pokdarwis. Dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan perawatan lapangan, pembelian bola, dan berbagai keperluan operasional lainnya, memastikan keberlanjutan fasilitas. Cahya juga menegaskan bahwa fasilitas ini belum ditargetkan sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan sebagai bentuk pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.
Inisiatif pembangunan lapangan futsal ini berawal dari pengamatan bahwa banyak pengunjung dan warga bermain bola di kawasan eks Pelabuhan Ampenan. "Awalnya warga banyak bermain bola di sekitar amphiteater, setelah kami berdiskusi mereka meminta sarana olahraga berupa lapangan futsal," ungkap Cahya Samudra, menyoroti bahwa pembangunan ini adalah bentuk akomodasi pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Terhadap Kunjungan Wisata
Dengan adanya lapangan futsal, diharapkan jumlah pengunjung di eks Pelabuhan Ampenan akan semakin ramai. Kawasan ini sebelumnya telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, termasuk sentra kuliner, yang telah meningkatkan daya tarik wisata.
Tingkat kunjungan wisatawan di Pantai Ampenan saat ini sudah cukup tinggi, mencapai 1.500 hingga 2.000 orang pada akhir pekan. Sementara itu, pada hari biasa, jumlah pengunjung berkisar antara 500 hingga 1.000 orang. Peningkatan kunjungan ini terlihat jelas dari aktivitas kendaraan yang keluar masuk kawasan Pantai Ampenan sejak dilakukan revitalisasi.
Cahya Samudra memprediksi bahwa kunjungan akan meningkat signifikan, bahkan hingga di atas 2.000 orang, terutama saat libur sekolah, Natal, dan Tahun Baru 2026. Peningkatan fasilitas seperti lapangan futsal ini diharapkan dapat semakin mendorong pertumbuhan pariwisata di Mataram.
Advertisement
Advertisement
Antisipasi Libur Natal dan Tahun Baru 2026
Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026, Dinas Pariwisata Kota Mataram telah menyiapkan konsep pengamanan khusus. Konsep ini melibatkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Satgas Dispar Kota Mataram.
Tujuan utama dari pengamanan ini adalah untuk memastikan masyarakat dapat berwisata dengan aman dan nyaman selama periode libur tersebut. "Tujuannya, agar masyarakat bisa merasa aman dan nyaman selama berwisata saat libur Natal dan Tahun Baru 2026," ujar Cahya Samudra.
Meskipun ada penambahan fasilitas, Dispar Kota Mataram menyatakan bahwa untuk tahun depan, belum ada rencana penambahan sarana pendukung lainnya. Fokus utama adalah efisiensi dan perawatan sarana yang sudah ada. "Tahun depan masuk efisiensi, kemungkinan kegiatan kami lakukan perawatan sarana yang ada," jelas Cahya Samudra.
Advertisement
Sumber: AntaraNews