Direktur Utama Pertamina Geothermal (PGEO) Julfi Hadi Mengundurkan Diri, Begini Jejak Perjalanan Kariernya

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menyusul pengunduran diri Julfi Hadi dari Direktur Utama perusahaan.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani - Reporter
Direktur Utama Pertamina Geothermal (PGEO) Julfi Hadi Mengundurkan Diri, Begini Jejak Perjalanan Kariernya
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi pada ajang tahunan industri panas bumi, The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025, yang kem (© 2025 Liputan6.com)

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) telah mengumumkan bahwa mereka menerima surat pengunduran diri dari Julfi Hadi yang menjabat sebagai Direktur Utama Perseroan. Menurut informasi yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Jumat, 28 November 2025, surat pengunduran diri Julfi Hadi diterima pada 25 November 2025. Dengan adanya pengunduran diri ini, perusahaan berencana untuk mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

"Sesuai pasal 8 ayat (3) POJK 33/2014, Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam jangka waktu paling lambat 90 hari Kalender sejak diterimanya surat pengunduran diri," jelas Kitty Andhora selaku Corporate Secretary PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.

Julfi Hadi diangkat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk pada bulan Juni 2023. Dia memiliki lebih dari 35 tahun pengalaman di industri geothermal.

Julfi memulai kariernya sebagai geologist di Amoseas Indonesia dan terlibat dalam beberapa proyek geothermal, termasuk Wayang Windu Unit-2 110 MW dan Darajat Unit 3-110 Mwe Development.

Selama menempuh pendidikan Master, ia menerima penghargaan dari Geological Society of America South Central Section atas tesisnya. Julfi Hadi meraih gelar Master of Science in Geology dari University of Texas, El Paso, USA, serta Bachelor of Science in Geology dari universitas yang sama.

PGEO akan Menerbitkan Saham Baru

Direktur Utama Pertamina Geothermal (PGEO) Julfi Hadi Mengundurkan Diri
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi pada ajang tahunan industri panas bumi, The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025, yang kem © 2025 Liputan6.com

Pada sebelumnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) telah melakukan penambahan sebanyak 1,5 juta saham baru yang merupakan hasil dari pelaksanaan opsi Management and Employee Stock Option Program (MESOP). Secara keseluruhan, lebih dari 1,5 juta saham baru ditambahkan melalui pelaksanaan opsi MESOP I, II, dan III.

"Sehubungan dengan adanya permohonan penerbitan saham baru hasil pelaksanaan opsi MESOP dari PT Pertamina Geothermal Energy Tbk per 29 September 2025, bersama ini kami sampaikan bahwa pada tanggal 30 September 2025 telah diterbitkan saham baru hasil pelaksanaan opsi MESOP sejumlah 1.560.999 saham," jelas PGEO dalam keterbukaan informasi, Rabu (1/10/2025). Dengan penambahan ini, total saham perusahaan meningkat dari 41.806.525.597 saham menjadi 41.808.086.596 saham.

Proses penambahan 1,5 juta saham baru ini dilakukan melalui tiga tahap. Pada tahap pertama pelaksanaan opsi MESOP, sebanyak 43.000 saham diterbitkan, diikuti dengan pelaksanaan tahap kedua yang menghasilkan 1.032.253 saham, dan pada tahap ketiga sebanyak 485.746 saham.

Panas Bumi di Ulubelu Dapat Diserap

Direktur Utama Pertamina Geothermal (PGEO) Julfi Hadi Mengundurkan Diri
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi pada ajang tahunan industri panas bumi, The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025, yang kem © 2025 Liputan6.com

Pada sebelumnya, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk telah melaksanakan groundbreaking untuk pemanfaatan energi panas bumi dalam produksi energi hijau berupa hidrogen di Ulebelu, Lampung. Proyek ini menargetkan produksi sebanyak 100 kg hidrogen setiap hari pada bulan November 2026. Hasil produksi hidrogen ini tidak hanya akan digunakan oleh Pertamina Group, tetapi juga akan disuplai kepada mitra eksternal seperti Toyota untuk pengembangan kendaraan berbahan bakar hidrogen. Proyek pilot hidrogen hijau di Ulubelu ini dimaksudkan sebagai lokasi untuk menguji kelayakan komersial dari berbagai aspek, mulai dari biaya hingga efisiensi teknologi dan model bisnis yang diterapkan.

Meskipun saat ini biaya produksi hidrogen hijau lebih tinggi dibandingkan dengan hidrogen fosil (grey hydrogen), diharapkan peningkatan skala produksi dan penerapan kebijakan yang mendukung dapat menurunkan biaya tersebut sehingga hidrogen hijau menjadi lebih kompetitif di pasar. Pemilihan Ulubelu sebagai lokasi proyek bukan tanpa alasan; infrastruktur panas bumi yang sudah ada, pasokan listrik bersih yang stabil, dan ketersediaan cooling tower untuk kondensat menjadikan tempat ini sangat ideal. Selain itu, kedekatannya dengan jalur distribusi antara Sumatera dan Jawa juga mendukung pengujian integrasi hidrogen ke dalam jaringan energi serta pasar industri yang ada.

Direktur Utama Pertamina Geothermal (PGEO) Julfi Hadi Mengundurkan Diri
Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Julfi Hadi pada ajang tahunan industri panas bumi, The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025, yang kem © 2025 Liputan6.com

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menganggap langkah ini sebagai momen bersejarah tidak hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk negara. Ia menyatakan, "Dari Ulubelu, kita menunjukkan kepada dunia bahwa transisi energi bisa diwujudkan dengan mengandalkan kekuatan energi bersih dari tanah air sendiri," dalam sebuah pernyataan beberapa waktu lalu.

Simon berharap Ulubelu tidak hanya dikenal sebagai sumber listrik dari panas bumi, tetapi juga menjadi pelopor energi hijau di Indonesia. Energi yang dihasilkan dari dalam bumi ini diharapkan dapat memperkuat transformasi portofolio energi bersih nasional di masa depan.

Rekomendasi