Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono Caping, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas di sektor pertanian memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Hal ini dicapai melalui penguatan pasokan pangan, upaya pengendalian harga komoditas, serta peningkatan keberlanjutan kesejahteraan para petani di berbagai wilayah.
Menurut Riyono, kinerja sektor pertanian di bawah kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan beras nasional, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan. Kontribusi ini terasa dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat, baik di pedesaan maupun di perkotaan.
Oleh karena itu, sebagai perwakilan Komisi IV DPR yang membidangi urusan pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, serta kelautan dan perikanan, Riyono menyampaikan apresiasi. Apresiasi tersebut ditujukan kepada kinerja sektor pertanian Indonesia dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Advertisement
Advertisement
Peran Strategis Sektor Pertanian dalam Perekonomian Nasional
Keberhasilan sektor pertanian dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional tidak lepas dari kerja keras jajaran Kementerian Pertanian. Peningkatan produktivitas pertanian telah menjadi penopang utama stabilitas ekonomi, terutama di daerah-daerah sentra produksi yang ekonominya sangat bergantung pada aktivitas pertanian.
Dampak positif dari peningkatan produktivitas ini sangat terasa, khususnya di wilayah pedesaan. Pertumbuhan ekonomi yang berasal dari desa akan menjadi lebih kokoh karena sifatnya merata dan langsung dirasakan oleh rakyat.
Riyono Caping menjelaskan, "Pertanian ini bukan hanya soal pangan, tetapi juga soal kesejahteraan. Ketika produksi meningkat, maka ekonomi rakyat ikut bergerak." Pernyataan ini menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar penyediaan bahan pangan.
Advertisement
Dengan demikian, sektor pertanian tidak hanya berfungsi sebagai penyedia kebutuhan pokok, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara menyeluruh.
Advertisement
Komitmen DPR dan Data Produksi Beras Nasional
Komisi IV DPR RI menyatakan komitmen penuh untuk terus mendukung program-program pembangunan pertanian yang digagas oleh pemerintah. Dukungan ini dianggap sangat penting agar Indonesia mampu mencapai kemandirian pangan secara berkelanjutan.
Selain itu, dukungan tersebut juga bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang tangguh di kancah global. Riyono menambahkan, "Peningkatan produksi dari waktu ke waktu mutlak harus dilakukan karena beras adalah kebutuhan pokok masyarakat Indonesia."
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan fluktuasi produksi beras nasional. Pada tahun 2019, produksi beras periode Januari-Desember mencapai 31,3 juta ton, angka yang sama juga tercatat pada tahun 2020 dan 2021. Kemudian, pada tahun 2022, produksi naik menjadi 31,5 juta ton, sebelum sedikit menurun menjadi 31,1 juta ton pada 2023, dan 30,6 juta ton pada 2024.
Advertisement
Meski demikian, proyeksi untuk tahun 2025 menunjukkan optimisme, dengan perkiraan produksi beras sepanjang Januari-Desember mencapai 34,77 juta ton. Riyono optimistis bahwa capaian ini akan menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk mempercepat kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh tanah air. "Harus optimis untuk masa depan bangsa yang lebih baik dan berkelanjutan," pungkasnya.
Sumber: AntaraNews