Pemerintah Kabupaten Batang mengumumkan pencapaian luar biasa dalam realisasi investasi pada triwulan III 2025. Total investasi yang masuk mencapai Rp4,66 triliun, jauh melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Keberhasilan ini menunjukkan daya tarik investasi yang kuat di wilayah Batang.
Angka fantastis tersebut menempatkan Kabupaten Batang di posisi ketiga teratas di Jawa Tengah dalam hal realisasi investasi. Pencapaian ini memberikan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Optimisme pun muncul bahwa angka ini akan terus bertambah hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang, Margo Santosa, menyatakan keyakinannya terhadap peningkatan ini. Geliat investasi di Batang tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga berdampak signifikan pada penyerapan tenaga kerja lokal.
Advertisement
Advertisement
Pencapaian Realisasi Investasi Batang Melampaui Target
Realisasi investasi di Kabupaten Batang pada triwulan III 2025 telah mencapai Rp4,66 triliun. Angka ini secara signifikan melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditetapkan sebesar Rp3,5 triliun. Pencapaian ini menunjukkan kinerja ekonomi yang sangat baik bagi daerah.
Margo Santosa, Kepala DPMPTSP Batang, menjelaskan bahwa capaian tersebut menempatkan Batang pada peringkat ketiga teratas di Jawa Tengah. Posisi ini mengindikasikan potensi besar Kabupaten Batang sebagai tujuan investasi yang menarik. Pihaknya optimistis realisasi investasi akan terus meningkat hingga akhir tahun 2025.
Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Stabilitas wilayah yang terjaga dan pelayanan perizinan yang prima menjadi faktor kunci. Hal tersebut mampu meningkatkan kepercayaan para investor untuk menanamkan modalnya di Batang.
Advertisement
Advertisement
Sektor Industri Dominan dan Sumber Modal Utama
Beberapa sektor industri menjadi penyumbang utama dalam realisasi investasi di Batang. Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin, dan peralatannya menyumbang Rp501,92 miliar. Sektor ini menunjukkan kekuatan industri manufaktur di daerah tersebut, menjadi tulang punggung pertumbuhan.
Selain itu, industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, hingga peralatan listrik juga memberikan kontribusi besar. Sektor ini mencapai angka Rp288,58 miliar, menandakan diversifikasi ekonomi Batang yang sehat. Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran juga menyumbang Rp262,38 miliar.
Industri barang dari kulit dan alas kaki menyumbang Rp242,79 miliar, sementara industri tekstil mencapai Rp180,19 miliar. Realisasi investasi ini didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,63 triliun. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) juga berkontribusi Rp347,7 miliar, menunjukkan partisipasi investor lokal.
Advertisement
Advertisement
Dampak Positif Realisasi Investasi Batang pada Penyerapan Tenaga Kerja
Geliat investasi di Kabupaten Batang memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Hingga triwulan III 2025, total realisasi investasi kumulatif telah menciptakan 11.973 lapangan kerja baru. Angka ini sangat penting untuk mengurangi tingkat pengangguran di daerah.
Margo Santosa, didampingi Sri Cahyaningrum dari DPMPTSP, menegaskan pentingnya penciptaan lapangan kerja ini. Ini menunjukkan bahwa investasi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan masyarakat Batang. Ribuan keluarga mendapatkan manfaat langsung dari masuknya investasi.
Kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Batang tidak terlepas dari stabilitas wilayah yang terjaga. Selain itu, pelayanan perizinan yang prima juga menjadi faktor penentu keberhasilan. Kombinasi faktor-faktor ini menciptakan lingkungan bisnis yang menarik dan berkelanjutan bagi semua pihak.
Advertisement
Sumber: AntaraNews