Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (BI NTT) bersama Takuju Market sukses menggelar QRIStreet Festival di Kota Kupang. Acara ini bertujuan mengampanyekan digitalisasi sistem pembayaran, khususnya Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS), bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Kolaborasi strategis ini merupakan inisiatif Bank Indonesia dengan komunitas lokal melalui program Takuju Market. Semua transaksi UMKM yang terlibat didorong untuk menggunakan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran digital masa kini yang efisien dan aman.
Kegiatan ini juga mencatat pertumbuhan transaksi QRIS yang signifikan di NTT, menunjukkan adopsi pembayaran digital yang pesat. Ini sekaligus menegaskan komitmen BI dalam memajukan ekonomi digital serta mendukung kemandirian UMKM di daerah tersebut.
Advertisement
Advertisement
Menggali Potensi UMKM Lewat QRIStreet Festival
Event Director Takuju Market, Andi Zulkifli, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tercipta untuk mendukung UMKM lokal. Ia menyebutkan bahwa ini adalah upaya konkret untuk mengampanyekan penggunaan QRIS secara lebih luas di masyarakat.
Sebanyak 27 UMKM turut terlibat dalam Takuju Market Volume 4 yang diselenggarakan, termasuk lima UMKM binaan langsung dari BI NTT. Keterlibatan ini menunjukkan dukungan nyata terhadap pelaku usaha mikro dalam mengadopsi teknologi pembayaran modern.
Festival ini juga menghadirkan event “Ketong Manise” sebagai ajang pemilihan Duta Rupiah BI NTT 2025. Selain itu, ada penguatan semangat Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah bagi generasi muda, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mata uang nasional.
Advertisement
Turut dihadirkan booth “History of Payment Systems” untuk memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai perkembangan metode pembayaran dari masa ke masa. “Kami mengajak masyarakat Kupang datang berbelanja, sekaligus mendapatkan edukasi terkait sistem pembayaran, penggunaan QRIS, dan terutama mendukung pelaku UMKM lokal,” ujar Andi.
Advertisement
Lonjakan Transaksi QRIS di NTT: Data dan Komitmen BI
Kepala Perwakilan BI NTT, Adidoyo Prakoso, menyatakan bahwa seluruh aktivitas transaksi dalam kegiatan tersebut diwajibkan menggunakan QRIS. Hal ini sebagai upaya nyata peningkatan penerimaan pembayaran digital di Kota Kupang.
Adidoyo mengungkapkan bahwa penggunaan QRIS di Provinsi NTT terus mengalami pertumbuhan yang eksponensial. Pertumbuhan signifikan ini tercatat hingga periode September 2025, menunjukkan tren positif adopsi teknologi.
Transaksi QRIS di Provinsi NTT tercatat mencapai 32,7 juta transaksi, tumbuh hingga 77 persen (yoy) dibanding periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai 18,5 juta transaksi. Data ini menggambarkan peningkatan adopsi pembayaran digital yang sangat pesat di wilayah tersebut.
Advertisement
Dari sisi pengguna, tercatat sebanyak 321 ribu masyarakat NTT telah bertransaksi menggunakan QRIS. Angka ini naik sebesar 5,10 persen (ytd) dibanding Desember 2024 yang tercatat sebanyak 305 ribu pengguna, menandakan perluasan jangkauan.
BI NTT berkomitmen untuk terus bersinergi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya CBP Rupiah. Mereka juga mendorong pemanfaatan pembayaran nontunai untuk transaksi yang lebih mudah, aman, dan efisien di seluruh lapisan masyarakat.
Sumber: AntaraNews
Advertisement