Pemerintah Kabupaten Bekasi baru-baru ini menggelar kegiatan jambore penggiat pariwisata yang bertempat di kompleks Gedung Pusat Pariwisata, Kelurahan Sertajaya, Cikarang Timur. Acara ini bertujuan untuk menguatkan sinergi antar pelaku usaha wisata demi mengembangkan sektor kepariwisataan daerah. Kegiatan penting ini dihadiri oleh 250 peserta dari berbagai unsur.
Jambore ini berlangsung pada tanggal 11 Oktober dan melibatkan perwakilan dari kecamatan, desa, kelurahan, kelompok sadar wisata, serta komunitas ekonomi kreatif. Para penggiat dan pelaku industri pariwisata di Kabupaten Bekasi turut serta dalam acara penting ini. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Dede Mauludin, menyatakan bahwa jambore ini merupakan sarana pembinaan dan penguatan jejaring. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai ajang evaluasi untuk menyusun arah kebijakan pariwisata ke depan yang lebih strategis.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Kuat untuk Pariwisata Berkelanjutan
Dede Mauludin menjelaskan bahwa kegiatan jambore ini digelar untuk menghasilkan pola pembinaan komprehensif bagi seluruh kelompok sadar wisata dan penggiat pariwisata. Pola ini juga mencakup unsur terkait kepariwisataan di Kabupaten Bekasi. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama.
"Di sini hadir semua stakeholder, mulai dari ASITA, PUTRI, PHRI hingga komunitas ekonomi kreatif," kata Dede. Ia menekankan pentingnya menguatkan sinergi dalam mengembangkan pariwisata daerah secara holistik. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih solid.
Selain menjadi wadah pembinaan, jambore ini juga diramaikan dengan beragam kegiatan menarik. Ada pameran UMKM dan ekonomi kreatif, lomba tari khas Bekasi, live music, hingga diskusi terbuka. Diskusi tersebut membahas isu-isu pariwisata dengan menampilkan berbagai narasumber ahli.
Advertisement
Advertisement
Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Menurut Dede, di tengah kondisi ekonomi yang belum pulih secara penuh, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif justru menjadi alternatif penting. Kedua sektor ini berperan dalam pengembangan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Potensi ini perlu terus digali dan dimaksimalkan.
"Justru di saat ekonomi melambat, sektor pariwisata bisa menjadi penggerak ekonomi baru," ujarnya. Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan wadah, salah satunya Gedung Kreatif Hub. Gedung ini bisa digunakan masyarakat secara gratis untuk pelatihan dan pembinaan ekonomi kreatif.
Saat ini, Gedung Kreatif Hub telah memfasilitasi sedikitnya delapan bidang ekonomi kreatif. Bidang-bidang tersebut meliputi fesyen, fotografi, animasi video, hingga seni lukis. Program ini juga melibatkan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan di kawasan industri setempat.
Advertisement
"Dinas Pariwisata sangat berkomitmen untuk memfasilitasi para penggiat pariwisata dan ekonomi kreatif agar terus berkembang," tambah Dede. Pihaknya terus membuka ruang kolaborasi, karena ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Advertisement
Landasan Hukum dan Empat Tujuan Utama Jambore
Kabid Pengembangan SDM dan Kelembagaan Pariwisata pada Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Shane Susanti, menjelaskan landasan hukum kegiatan jambore ini. Jambore mengacu pada Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Regulasi ini menjadi payung hukum utama penyelenggaraan acara.
Selain itu, kegiatan ini juga berlandaskan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 3 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 90 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembentukan Kelompok Sadar Wisata juga turut menjadi acuan. Kepatuhan terhadap regulasi ini memastikan legitimasi kegiatan.
Shane menyebut jambore ini memiliki empat tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama, menciptakan sinergi dan kolaborasi antar penggiat pariwisata. Kedua, meningkatkan kapasitas dan peran aktif dalam mewujudkan Sadar Wisata dan Sapta Pesona.
Advertisement
Ketiga, mendorong kreativitas agar lebih inovatif dalam pengembangan pariwisata daerah. Keempat, memperkuat kerja sama antara pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Bekasi. "Melalui jambore ini, kami berharap terjalin silaturahmi, berbagi ilmu dan membangun jejaring antar penggiat pariwisata," kata Shane. Ia menambahkan bahwa tujuannya adalah mengembangkan potensi wisata berkelanjutan dan memajukan ekonomi lokal.
Sumber: AntaraNews