Trivia: Enam Penerbangan Batal Akibat Erupsi Gunung Lewotobi, Bandara Komodo Tetap Beroperasi

Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur menyebabkan enam jadwal penerbangan dari Bandara Komodo Labuan Bajo dibatalkan. Bagaimana operasional bandara utama?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Enam Penerbangan Batal Akibat Erupsi Gunung Lewotobi, Bandara Komodo Tetap Beroperasi
Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur menyebabkan enam jadwal penerbangan dari Bandara Komodo Labuan Bajo dibatalkan. Bagaimana operasional bandara utama? (Merdeka.com)

Enam jadwal penerbangan dari Bandara Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa dibatalkan pada Sabtu (20/9) akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Pembatalan ini secara spesifik mempengaruhi rute menuju Kabupaten Ende dan Bajawa yang dilayani oleh maskapai Wings Air.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Ceppy Triono, mengonfirmasi bahwa total lima jadwal penerbangan terdampak, dengan tiga di antaranya dibatalkan sepenuhnya dan dua lainnya dijadwalkan ulang untuk Minggu (21/9). Situasi ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi para penumpang yang memiliki tujuan ke daerah tersebut.

Meskipun demikian, Ceppy Triono menegaskan bahwa Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, masih beroperasi secara normal dan tidak terpengaruh oleh sebaran abu vulkanik. Pemeriksaan menggunakan paper test menunjukkan hasil negatif, memastikan keamanan operasional bandara utama tersebut.

Dampak Erupsi pada Jadwal Penerbangan

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi secara intensif pada Sabtu (20/9) menjadi penyebab utama pembatalan sejumlah jadwal penerbangan dari Bandara Komodo. Menurut Ceppy Triono, "Ada lima jadwal penerbangan terdampak yaitu ke Kabupaten Ende dan Bajawa yang diterbangi maskapai penerbangan Wings Air." Pembatalan ini merupakan langkah antisipasi demi keselamatan penerbangan.

Dari total lima jadwal penerbangan yang terdampak, tiga di antaranya dipastikan batal, sementara dua lainnya ditunda. Keputusan ini diambil mengingat potensi bahaya abu vulkanik bagi mesin pesawat dan jarak pandang, yang dapat mengganggu keamanan penerbangan.

Maskapai Wings Air menjadi satu-satunya yang terdampak langsung oleh erupsi Gunung Lewotobi ini untuk rute-rute tersebut. Penumpang yang terkena dampak disarankan untuk menghubungi pihak maskapai guna mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penjadwalan ulang atau opsi lainnya.

Kondisi Terkini Bandara Komodo dan Peringatan Status Gunung

Berbeda dengan rute penerbangan tertentu, operasional Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, dinyatakan tetap berjalan normal. Ceppy Triono menjelaskan, "Kami telah melakukan pemeriksaan paper test dan masih negatif, tapi tidak tahu tahu untuk besok karena Gunung Lewotobi Laki-laki masih terus erupsi." Hal ini menunjukkan bahwa bandara tersebut aman dari sebaran abu vulkanik untuk saat ini.

Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Lewotobi Laki-laki, Yosef S Mboro, melaporkan tujuh kali erupsi dalam enam jam pengamatan pada Sabtu sore. Letusan tersebut mencapai ketinggian 1.000-2.500 meter dengan asap kelabu.

Yosef menambahkan, "Gunung jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan sedang hingga kuat teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan tinggi 1500-3000 meter di atas puncak kawah." Kondisi cuaca di sekitar gunung cerah berawan dengan suhu 24-26 Derajat Celcius.

Saat ini, Status Gunung Lewotobi Laki-Laki berada pada Level IV atau Awas. Peringatan ini mengindikasikan potensi bahaya yang tinggi dan memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat sekitar.

Imbauan Penting untuk Masyarakat Terdampak

Mengingat Status Awas Gunung Lewotobi Laki-Laki, masyarakat dan pengunjung diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius enam kilometer dari pusat erupsi. Zona sektoral barat daya-timur laut sejauh tujuh kilometer juga harus dihindari demi keamanan.

Pemerintah daerah setempat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan hanya mengikuti arahan resmi, serta tidak mudah mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Informasi valid sangat penting untuk menghindari kepanikan dan tindakan yang tidak perlu.

Selain itu, masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan. Risiko ini terutama mengancam sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung, khususnya jika terjadi hujan intensitas tinggi di daerah seperti Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

Bagi warga yang terdampak hujan abu, penggunaan masker atau penutup hidung dan mulut sangat dianjurkan. Langkah ini penting untuk melindungi sistem pernapasan dari bahaya partikel abu vulkanik yang dapat menyebabkan masalah kesehatan serius.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi