Pemerintah Siapkan 1,7 Juta Lapangan Kerja di Sektor Listrik hingga 2034

91 persen dari jumlah itu atau sekitar 760 ribu pekerjaan termasuk kategori green jobs.

Maulandy Rizki Bayu Kencana
Pemerintah Siapkan 1,7 Juta Lapangan Kerja di Sektor Listrik hingga 2034
Pemerintah Siapkan 1,7 Juta Lapangan Kerja di Sektor Listrik hingga 2034 (Merdeka.com)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan penyerapan tenaga kerja hingga 1,7 juta orang dalam sektor ketenagalistrikan selama periode 2025–2034. Target ini tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) untuk sepuluh tahun ke depan.

"Dalam RUPTL ini, penyerapan tenaga kerja kurang lebih sekitar 1,7 juta. Supaya Indonesia terang," ujar Bahlil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/5).

Dari total tersebut, sebanyak 836.696 tenaga kerja akan terserap di sektor pembangkitan listrik, mencakup industri manufaktur, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan. Bahlil menambahkan bahwa 91 persen dari jumlah itu atau sekitar 760 ribu pekerjaan termasuk kategori green jobs.

Sementara itu, sektor transmisi dan distribusi diperkirakan akan menyerap sekitar 881.132 tenaga kerja. Angka ini mencakup kebutuhan untuk transmisi, gardu induk, distribusi, serta sektor industri pendukung lainnya.

"Untuk industri manufaktur, ditambah dengan gardu induk dan lainnya, ada 881.132 orang," kata Bahlil.

Bahlil juga menyebutkan bahwa proyek Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang direncanakan mulai konstruksi pada 2027, akan menyerap sebanyak 6.850 tenaga kerja. PLTN ini ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada tahun 2031 atau 2032.

Untuk mendukung kesiapan SDM di sektor ini, Bahlil mengajak tenaga ahli lulusan luar negeri, khususnya yang menempuh pendidikan nuklir di Rusia, untuk kembali dan berkontribusi di dalam negeri.

"Saya yakin banyak anak-anak kita menyelesaikan studi di Rusia untuk nuklir. Ajak teman-teman kamu dari Rusia untuk kerja di sini," ujarnya kepada salah satu tenaga ahli Kementerian ESDM.

Rekomendasi