4 BUMN Sinergi Bangun Hunian di 3 Stasiun KRL Atasi Kemacetan Jabodetabek

PT Kereta Api Indonesia (Persero) beserta 3 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saling bersinergi meresmikan kawasan hunian yang terintegrasi dengan akses transportasi atau Transit Oriented Development (TOD), yakni dalam bentuk stasiun KRL Jabodetabek.

Rita
Oleh Rita - Reporter
4 BUMN Sinergi Bangun Hunian di 3 Stasiun KRL Atasi Kemacetan Jabodetabek
Menhub Budi. ©2017 Merdeka.com

PT Kereta Api Indonesia (Persero) beserta 3 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saling bersinergi meresmikan kawasan hunian yang terintegrasi dengan akses transportasi atau Transit Oriented Development (TOD), yakni dalam bentuk stasiun KRL Jabodetabek. Langkah ini guna mendukung Program Sejuta Rumah yang dicanangkan pemerintah era Jokowi-JK.

Adapun hunian ini nantinya akan berbentuk Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) dan Apartemen Sederhana Milik (Hanami) yang tersedia di 3 stasiun di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, antara lain Stasiun Rawa Buntu, Jurangmangu dan Cisauk.

Sinergitas ini salah satunya diamanatkan kepada Perumnas untuk mengembangkan hunian di Stasiun Rawa Buntu. Selain itu, ada juga PT Hutama Karya (Persero) di Stasiun Jurangmangu, serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk di Stasiun Cisauk.

Acara ground breaking dilakukan serentak di tiga stasiun tersebut. Sementara acara puncak dilaksanakan di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, dan turut dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, serta Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kehadiran hunian integrasi di 3 stasiun ini dapat menjadi solusi bagi kemacetan lalu lintas di area Jabodetabek akibat pergerakan komuter para tenaga kerja.

"Kita tahu Jakarta macet. Banyak sekali kendaraan lalu lalang di Jakarta. Itu membuat pergerakan harian di Jabodetabek 47,5 juta perjalanannya tiap hari," ungkap dia di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Senin (10/12).

Dia juga mengutip, berdasarkan perhitungan Bappenas, terdapat kerugian sebanyak Rp 67,5 triliun selama satu tahun atas kesemrawutan lalu lintas ini. "Di Jabodetabek bahkan sampai Rp 100 triliun (per tahun)," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas Galih Prahananto menyampaikan, tujuan utama dibangunnya hunian terintegrasi dengan stasiun ini untuk mempermudah pekerja untuk berangkat dari dan ke tempat kerjanya dalam waktu relatif yang lebih singkat.

"Sebagai contoh, dari Tanah Abang ke sini (Stasiun Rawa Buntu) membutuhkan waktu kurang dari 30 menit," ucap dia.

Galih pun menginformasikan, rencananya akan dibangun sekitar 11 ribu unit hunian di 3 lokasi tersebut. Secara target, ia menambahkan, Rusunami dan Hanami di Stasiun Rawa Buntu rampung 2020. Sedangkan untuk di Stasiun Cisauk selesai 2021, dan di Stasiun Jurangmangu pada 2022.

Nantinya, masyarakat pembeli hunian di 3 stasiun ini juga akan dipermudah mendapat akses transportasi selain KRL. "Transportasi umum seperti angkot sudah jadi pemandangan keseharian sehingga menimbulkan kemacetan. Angkot dan taksi online akan kami arahkan masuk ke dalam, sehingga bisa ada kenaikan penumpang di area drop off," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi