Bertemu PM Vietnam, Jokowi bahas pencurian ikan hingga perluasan produk ekspor RI

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan Vietnam pada investor-investor Indonesia di Vietnam. Dia pun mengapresiasi atas kerja sama Indonesia-Vietnam mengatasi hambatan ekspor otomotif ke Vietnam.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
Bertemu PM Vietnam, Jokowi bahas pencurian ikan hingga perluasan produk ekspor RI
Jokowi hadiri pertemuan IMF-World Bank. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Pemerintah Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) terus mendorong implementasi kerja sama dengan Vietnam dalam penegakan hukum terkait illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing. Hal tersebut turut menjadi poin bahasan antara Presiden Joko Widodo bersama PM Vietnam, Nguyen Xuan Phuc, dalam rangkaian acara IMF-World Bank Annual Meeting, di Bali.

Sebelumnya, dalam kunjungan kenegaraan ke Vietnam beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai IUU Fishing.

"Saya mendorong kerja sama UU Fishing yang ditandatangani dapat segera diimplementasikan," kata Presiden Jokowi, di sela-sela IMF-World Bank Annual Meeting, Bali, Jumat (12/10).

Mantan Walikota Solo ini mengatakan dalam pertemuan tersebut, dia pun menyampaikan keinginan pengusaha Indonesia untuk menjajaki peluang pasar baru di Vietnam. "Saya juga sampaikan keinginan pengusaha Indonesia untuk menjajaki peluang pasar baru di Vietnam, seperti produk-produk farmasi dan alat kesehatan," jelas dia.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan Vietnam pada investor-investor Indonesia di Vietnam. Dia pun mengapresiasi atas kerja sama Indonesia-Vietnam mengatasi hambatan ekspor otomotif ke Vietnam.

"Terakhir, kita sepakat untuk terus berkontribusi dalam pengembangan konsep kerja sama indopasifik yang mengedepankan sentral ASEAN," tandasnya.

Rekomendasi