Semen Baturaja gandeng Nasional Hijau Lestari kelola limbah bahan berbahaya

Dirut SMBR, Rahmad Pribadi mengatakan, kerja sama ini dilatarbelakangi semangat untuk melakukan pelestarian lingkungan. Menurutnya, di sekitar wilayah produksi SMBR di Sumatra Selatan banyak sekali limbah yang bisa diolah.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Semen Baturaja gandeng Nasional Hijau Lestari kelola limbah bahan berbahaya
air limbah. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menjalin kerja sama dengan PT Nasional Hijau Lestari (NHL), sebuah perusahaan yang didirikan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Pertambangan untuk mengelola limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Penandatanganan kesepakatan kerja sama dilakukan langsung oleh Direktur Utama (Dirut) SMBR, Rahmad Pribadi, dengan Pelaksana Tugas (Plt) Dirut NHL, Agus Yulianto di Kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Dirut SMBR, Rahmad Pribadi mengatakan, kerja sama ini dilatarbelakangi semangat untuk melakukan pelestarian lingkungan. Menurutnya, di sekitar wilayah produksi SMBR di Sumatra Selatan banyak sekali limbah yang bisa diolah.

Limbah yang pada awalnya beracun, berbahaya dan sama sekali tidak memiliki nilai ekonomis dapat diubah menjadi bernilai ekonomis karena bisa dimanfaatkan. "Baik menjadi bahan baku alternatif atau bahan bakar alternatif," katanya.

Rahmad mengharapkan, NHL sebagai anak perusahaan BUMN dapat menjadi konsolidator untuk merealisasikan kepedulian SMBR terhadap kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan limbah. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari izin yang telah diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kepada SMBR pada akhir tahun 2017 lalu untuk mengelola limbah B3.

"Kepercayaan yang telah diberikan segera kami tindak lanjuti dengan menjalin kerja sama," ujarnya.

Langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh SMBR dan NHL seusai penandatanganan menurut Rahmad adalah melakukan komunikasi, diskusi, koordinasi dan kajian-kajian terkait limbah B3. "Agar dapat dijadikan produk yang ramah lingkungan," ujarnya.

Rekomendasi