Saat Indonesia baru berencana menghadirkan mobil listrik di Tanah Air, di China kendaraan tersebut sudah menjadi transportasi online. Aplikasi bernama EvCard menawarkan transportasi online mobil listrik buatan China dan produk pabrikan lainnya seperti Tesla dan BMW.Dikutip dari CNBC, Rabu (19/7), aplikasi ini mengharuskan pengguna membayar deposit 1.000 Yuan atau sekitar USD 147,40 atau setara Rp 1,9 juta terlebih dulu. Kemudian saat menaiki mobil ini, penumpang cukup membayar 15 Yuan atau USD 2,21 atau setara Rp 29.415 untuk 15 menit pertama.Selanjutnya, penumpang akan dikenakan biaya 0,5 Yuan tiap menit berikutnya. Per harinya, pengguna aplikasi hanya dibatasi penggunaan sampai 180 Yuan atau USD 26,53 atau setara Rp 353.114. Biaya ini, di China, jauh lebih murah dari pada menggunakan taksi konvensional. Namun, EvCard memiliki kekurangan yakni penumpang harus naik dan turun di lokasi yang sudah ditentukan. Sementara, sejumlah perusahaan aplikasi lain seperti Gofun Chuxing atau TOGO, sudah menerapkan kebebasan penumpang untuk naik dan turun di tempat yang mereka mau.Mobil listrik di China dilindungi oleh pemerintah setempat. Di mana, produk asing dibatasi peredarannya untuk melindungi produksi mobil listrik lokal.
RI baru rencana, mobil listrik China sudah jadi transportasi online
RI baru rencana, mobil listrik China sudah jadi transportasi online. EvCard menawarkan transportasi online mobil listrik buatan China dan produk lainnya seperti Tesla dan BMW. Aplikasi ini mengharuskan pengguna membayar deposit Rp 1,9 juta terlebih dulu. Kemudian, penumpang membayar Rp 29.415 untuk 15 menit pertama.
Advertisement
Rekomendasi