Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggandeng China Export and Credit Insurance Corporation (Sinosure) guna menggenjot investasi dari Negeri Tirai Bambu ke Indonesia. Atas dasar itu, Deputi BKPM bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis meneken nota kesepahaman dengan Wakil Presiden Sinosure Zha Weimin, di Jakarta, Selasa (18/4)."Nota kesepahaman ini bertujuan meningkatkan investasi China ke Indonesia," kata Azhar.Sinosure, katanya, merupakan perusahaan pelat merah China khusus menyediakan asuransi ekspor dan pembiayaan investasi untuk korporasi lokal. Sejak akhir Maret lalu, Sinosure telah mendukung ekspor dan investasi dari China ke Indonesia senilai USD 9,5 miliar. Termasuk, di dalamnya, 41 proyek jangka panjang dan menengah serta 47 proyek investasi.Selain itu, Sinosure sudah memfasilitasi pinjaman sebesar USD 5,4 miliar untuk sejumlah proyek. Diantaranya, pembangkit listrik, pertambangan, telekomunikasi, transportasi, pertanian, dan realestat.Berdasarkan data BKPM, dalam lima tahun terakhir, realisasi investasi China di Indonesia berada di peringkat ketujuh dengan nilai mencapai USD 4,53 miliar untuk 631 proyek. Proyek sebanyak itu diklaim mampu menyerap 94.905 pekerja Indonesia.
Genjot investasi, BKPM gandeng BUMN pembiayaan China
Genjot investasi, BKPM gandeng BUMN pembiayaan China. Sinosure merupakan perusahaan pelat merah China khusus menyediakan asuransi ekspor dan pembiayaan investasi untuk korporasi lokal. Sejak akhir Maret lalu, Sinosure telah mendukung ekspor dan investasi dari China ke Indonesia senilai USD 9,5 miliar.
Rekomendasi