Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi menetapkan Elia Massa Manik sebagai nahkoda baru PT Pertamina. Elia resmi ditunjuk setelah pemerintah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) selama hampir lebih dari 3 jam."Tadi pagi sudah diserahkan SKnya," ujar Deputi BUMN Gatot Trihargo.Gatot mengungkapkan pemerintah meminta direksi Pertamina bisa total football dalam bekerja. Dalam arti, jajaran direksi bisa kompak dan bekerja sama dalam mencapai target kedaulatan energi pemerintah.Alasan inilah yang membuat pemerintah, sebagai pemegang saham Pertamina, mengangkat Elia Massa Manik. "Tidak ada alasan khusus. Kita pilih yang terbaik. Kita butuh kepemimpinan, membuka komunikasi, teamwork, dan total football antar direksi. Dan saya yakin Elia Massa Manik bisa menangani," ujarnya.Direktur Utama Pertamina, Elia Massa Manik, mengungkapkan program 100 hari kerjanya ialah membentuk suatu komunikasi dan tim yang solid. Menurutnya, untuk mewujudkan dua hal itu, kunci yang harus dikedepankan ialah keterbukaan."Perusahaan berkembang dan sustain kuncinya di sumber daya manusia," ujarnya.Fokus keterbukaan, lanjutnya, akan mulai dibangun dari jajaran direksi dan komisaris. Direksi yang terbuka akan membentuk suatu budaya kerja untuk para pegawai dibawahnya."Dalam pengalaman sebelumnya saya ingin terbuka dan transparan," tuturnya.Dia mengatakan bahwa sepanjang karir kepemimpinannya memang fokus utamanya pada sumber daya manusia. Sebab, dengan SDM berkualitas, inovasi bisa cepat terwujud."Saya dimanapun memimpin, pusat perhatian saya di manusia. Ini salah satu aspek infrastruktur dalam korporasi sehingga inovasi bisa terjadi."Selain itu, Elia juga mempunyai tugas baru yakni mimpi dari Menteri Rini untuk menjadikan Petamina masuk 3 besar jajaran perusahaan besar dunia. Bagaimana strategi bos anyar Pertamina ini? Silakan lanjutkan membaca.
Advertisement
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menginginkan PT Pertamina masuk dalam jajaran perusahaan minyak dan gas terbaik di dunia. Dia meminta, Pertamina harus dapat mencapai target tersebut dalam lima tahun ke depan.Direktur Utama baru Pertamina, Elia Massa Manik, mengungkap strategi dalam mempercepat transformasi perusahaan migas negara tersebut menjadi berkelas dunia. Menurutnya, kunci dari upaya transformasi itu ialah integritas dan transparansi."Kalau kita bicara apa adanya, dengan strategi yang tepat, saya percaya akselerasi Pertamina menjadi perusahaan energi world class bisa terjadi dalam waktu lebih cepat," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta.Dalam menumbuhkan budaya tersebut, lanjutnya, Elia akan memulai dari dirinya sendiri. Bahkan, Elia meyakinkan jika dia melakukan tindakan melenceng siap untuk dipecat."Ini perusahaan sudah bagus. Kalau saya melenceng tentu saya ditegur, bila perlu dipecat saja," tuturnya.Mantan bos holding PTPN ini menambahkan dirinya berkomitmen untuk bisa berkontribusi dalam sejarah kinerja Pertamina. "Saya tidak suka hanya menumpang hidup."Menteri Rini mengatakan, pada 2016, BUMN migas tersebut mampu meraup saving dana sebesar Rp 26 triliun. Di mana hal tersebut mendapatkan apresiasi langsung dari Presiden Joko Widodo."Mimpi saya bisa menjadi minimal top 3 dalam lima tahun ke depan. Jadi harus ada kerja keras bersama dari semua pihak di Pertamina dan tentunya di seluruh BUMN," ungkap Menteri Rini.Menteri Rini mengajak semua pemangku kepentingan di Pertamina untuk bekerja lebih keras lagi, memaksimalkan peran Pertamina dalam mendorong terwujudnya target-target yang telah ditetapkan."Kementerian BUMN tentu akan terus mendukung program yang dilakukan oleh Pertamina. Cuma ada yang mau kita sadari dalam mencari atau mendorong untuk menjadi yang terbaik. Pasti ada best of the best, saya yakin Pertamina adalah yang the best," ungkapnya.Elia Massa mendapat dukungan dari kolega Menteri Rini yakni Menko Luhut Panjaitan. Menko Luhut yakin Elia sebagai orang yang tepat memimpin Pertamina saat ini. Apa yang mendasarinya? Silakan lanjutkan lagi ke halaman berikutnya.
Advertisement
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait pengangkatan Elia Massa Manik sebagai Dirut PT Pertamina yang baru."Saya tahu dari media dan saya kenal, dia pernah bekerja sama saya dan menyelesaikan Elnusa dengan bagus. Kemudian, holding perkebunan juga baik, dia ahli dalam bidang restrukturisasi dan tegas, saya kira punya hati. Kita lihat saja nanti hasilnya," kata Luhut di Kantornya.Dia mengatakan Dirut Pertamina yang baru harus dapat bekerja dengan baik, dengan melakukan pembenahan baik di internal atau eksternal Pertamina. Selain itu, lanjutnya, di tangan Elia akan melakukan perubahan untuk Pertamina."Dia harus membenahi semua, jadi saya pikir pak Massa Manik akan lebih banyak melakukan perbaikan, penghematan, efisiensi karena itu salah satu tekanan. Saya kira pak Massa Manik paham betul akan itu, dan dia mengerti manajemen dengan baik. Saya kira akan bawa banyak perubahan untuk Pertamina," jelasnya.Beberapa isu beredar jika Menteri ESDM Ignasius Jonan tidak setuju terhadap pengangkatan Elia Massa, namun dirinya membantah. Luhut mengatakan semua menteri di kabinet kerja telah setuju."Enggak ada, enggak ada itu. Sepakat dan sepaham, apa yang tidak sepaham," pungkasnya.