Ikut Tax Amnesty, Sriwijaya Air repatriasi dana untuk beli pesawat

Ikut Tax Amnesty, Sriwijaya Air repatriasi dana untuk beli pesawat. Chandra mengaku terdorong untuk ikut Tax Amnesty setelah berdiskusi panjang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Chandra mengklaim seluruh dana perusahaan di luar negeri berbentuk deposito dan sudah dikembalikan ke Indonesia.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Ikut Tax Amnesty, Sriwijaya Air repatriasi dana untuk beli pesawat
Chandra Lie, Sriwijaya Air. Novita Intan Sari©2016 Merdeka.com

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air Grup telah mengikuti program pengampunan pajak atau Tax Amnesty. Rencananya dana yang direpatriasikan ini akan digunakan sebagai modal investasi perusahaan. "Untuk beli pesawat. Untuk modal kerja lagi," ujar CEO Sriwijaya Air Grup, Chandra Lei, saat ditemui di Kantor Pelayanan Pajak Madya, Jalan M Ridwan Rais, Jakarta, Selasa (27/9).Chandra mengaku terdorong untuk ikut Tax Amnesty setelah berdiskusi panjang dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia bertemu Presiden Jokowi saat diundang makan malam bersama ratusan pengusaha lain di Istana Negara beberapa waktu lalu.Dia mengatakan Presiden Jokowi beserta Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi berani pasang badan dan memberikan jaminan keamanan kepada para peserta Tax Amnesty. Pemerintah juga akan mengupayakan segala hal agar program ini bisa sukses."Tujuan pemerintah paling utama berharap uang di luar negeri bisa masuk ke Indonesia dikelola anak bangsa lebih besar dan besar lagi, pengusaha jangan ragu dan takut ini sangat rahasia sekalian," ungkapnya.Selain deklarasi, dia juga mengatakan bahwa perusahaan menarik hartanya dari luar negeri ke Indonesia atau repatriasi. Hanya saja, Chandra tidak mengungkap total harta-hartanya itu ataupun persentasenya."Seluruh deposito perusahaan yang di luar negeri sudah kami tarik. Sebesar 99 persen yang diharapkan pemerintah uang di luar negeri sudah bisa dibawa ke Indonesia, 1 persen administrasi di luar negeri," jelas Chandra.Seperti diketahui, Sriwijaya Air pada 2015 lalu membeli 20 pesawat Boeing untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang pesawat yang berkisar antara 6 persen hingga delapan persen per tahun. Perusahaan juga membeli 20 unit seri terbaru Boeing 737 Max 8 mulai 2017 dan 2018 yang total nilainya mencapai USD 2,2 miliar.

Rekomendasi