Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Luhut Binsar Panjaitan optimis proyek Kilang Bontang akan selesai pada tahun 2020.
Luhut optimis karena telah di terbitkannya PMK 129/PMK.08/2016 tentang Fasilitas Dalam Rangka Penyiapan dan Pelaksanaan Transaksi Proyek Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur.
"Kita percepat sekarang. Itu mungkin ada selesai tahun 2020. Malah mungkin ada yang revisi bisa selesai tahun 2019. Tapi saya kira make it conservative 2020," katanya saat di temui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (8/9).
Meski demikian, Luhut belum dapat memastikan apakah pekerjaan proyek kilang Bontang tetap menggunakan skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) atau melalui skema penugasan khusus.
"Ini yang sekarang lagi diomongin. Kalau penugasan khusus nanti dia pendanaannya (dari) APBN. Kalau nanti dari dia (KPBU), kuat tidak keuangannya (Pertamina)," katanya.
Menurut Luhut, saat ini PT Pertamina secara keuangan masih cukup baik, yaitu sebesar USD 5,4 miliar untuk proyek Kilang Bontang.
"Pertamina punya duit yang bagus. sekarang USD 5,4 miliar, tapi saya engga tahu (menggunakan skema apa) itu biar mereka yang putuskan lah, karena terlalu detail itu urusan mereka. Itu kan sudah bisnis corporate, perusahaan, jadi saya engga terlalu tahu sampai detail. Nanti salah kalau saya beritahu. Mereka punya policy sendiri mana yang paling menguntungkan bagi Pertamina," ujarnya.