Saat ramai PHK massal, BUMN klaim justru butuh ribuan pekerja baru

Penerimaan pekerja BUMN untuk memenuhi proyek strategis yang masih dalam tahap proses pengembangan infrastruktur.

Pramirvan Datu Aprillatu
Saat ramai PHK massal, BUMN klaim justru butuh ribuan pekerja baru
Ilustrasi BUMN. ©2014 Merdeka.com

Maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal berdampak pada beberapa sektor industri dalam negeri. Namun, Kementerian Badan usaha Milik Negara (BUMN) malah membuka penerimaan pekerja baru.

Staf Ahli Menteri BUMN bidang Komunikasi Strategis, Hambra Samal mengatakan gejolak ekonomi dunia tak begitu mempengaruhi bisnis perusahaan plat merah tersebut.

"BUMN masih sehat, Alhamdulillah, kita berusaha untuk tidak ada PHK, bahkan kementerian BUMN akan menambah tenaga kerja baru. Kalau kemarin, tahun 2015 sekitar 148.000 (karyawan) kita tambah. Alhamdulillah kemarin juga bisa lihat sendiri, BUMN merugi kan berkurang, gitu kan," ujar Hambra di kantornya, Jakarta, Jumat (5/2).

Hambra menegaskan penerimaan pekerja BUMN tersebut untuk memenuhi proyek strategis yang masih dalam tahap proses pengembangan infrastruktur. Salah satunya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Saya kebetulan susah hafal angkanya, tapi selama konsesi rel ada sekian puluh ribu, kemudian selama masa konsesi pembangunan TOD ada sekian puluh ribu, angka-angka pastinya tanya dirutnya saja, tapi itu kan banyak yah, lalu wilayah dimana TODnya dibangun, itu pasti akan jadi sentra ekonomi baru, Kalau target penambahan (karyawan) Bu Menteri (Rini Soemarno) kemarin sudah paparkan, saya tidak hapal," pungkas dia.

Rekomendasi