Impor jagung 600 ribu ton, Bulog sebut untuk stabilisasi harga ayam

Impor dilakukan bertahap mulai akhir bulan ini hingga Maret.

Pramirvan Datu Aprillatu
Impor jagung 600 ribu ton, Bulog sebut untuk stabilisasi harga ayam
Ilustrasi jagung. ©Shutterstock.com/Andrey Jitkov

Badan Urusan Logistik (Bulog) bakal mengimpor jagung sebanyak 600 ton pada akhir Maret. Komoditas itu merupakan bahan baku pakan ternak.

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti menjelaskan pasokan Jagung seret bakal mendongkrak harga pakan ternak. Pada akhirnya, itu bakal mengerek naik harga ayam dan telur.

"Penugasan ini bukan untuk cari untung, tapi untuk stabilisasi. Kita tahu harga jagung naik ke atas, diikuti naiknya harga ayam dan telur, ini membebani masyarakat," ujarnya dalam paparan kinerja Bulog di kantornya, Jakarta, Kamis (21/1).

Djarot mengatakan pihaknya tak bisa mengandalkan pasokan jagung lokal yang baru akan panen sekitar Mare-April. Sementara, masyarakat tak bisa menunggu selama itu, mengingat ayam dan telur sudah menjadi konsumsi harian.

"Karena belum ada panen jagung, Bulog harus impor," ujarnya.

"Prioritas penjualan jagung ke usaha kecil menengah dan peternak rakyat. Hari ini kami undang mereka untuk diskusi. Akhir bulan ini kapal yang membawa jagung mulai masuk secara bertahap sampai akhir Maret."

Rekomendasi