Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengungkapkan, baru saja mendapatkan laporan atas ditangkapnya dua kapal yang melakukan pencurian ikan. Dua kapal super purse seine milik Filipina tersebut, berhasil diamankan oleh Angkatan Laut."Ini kapal yang sangat besar, luar biasa canggihnya. Satu kali angkat itu kapal paling enggak 15-30 ton sekali garuk. Biasanya menangkap baby tuna dan segala macamnya," katanya di Kantornya, Jakarta, Rabu (30/9).
Mantan Bos Susi Air ini sempat menyampaikan kebingungannya atas tindakan nekat nelayan asing untuk melakukan illegal, unreported and unregulated fishing (IUUF). Padahal pihaknya telah memberikan tindakan tegas dengan menenggelamkan beberapa kapal hasil tangkapan."Masih ada saja, walaupun kami sudah ada program penenggelaman kapal. Ya masih coba ada saja," ungkapnya.Selain itu Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan juga berhasil melakukan penangkapan untuk tujuh kapal dari Vietnam.Dia mengharapkan, penegak hukum melakukan pengawasan lebih atas tindakan IUUF. Sebab berdasarkan data yang dimiliki Menteri Susi, setidaknya ada 200 kapal di Laut Arafuru yang terlihat dari satelit."Saya minta Angkatan Laut selesai acara hari TNI mengirimkan kapalnya untuk standby di Timur lagi," tutupnya.