Selama dua hari, Uni Eropa menggelar pameran pariwisata Benua Biru di Balai Kartini, Jakarta Selatan. dan Sebanyak 24 negara Eropa ambil bagian menyediakan informasi lengkap kepada pengunjung. Selain itu, ada 12 operator wisata utama di Indonesia memberi penawaran khusus paket wisata ke Eropa.Inggris, salah satu negara yang ikut pameran tersebut, fokus untuk menjual pemandangan mata dengan bangunan tua dan tata kotanya. Tetapi, untuk pergi ke negara Ratu Elizabeth itu perlu kocek yang besar. Strategic Communications Officer Kedutaan Inggris di Jakarta, Putri Wulan Tary membenarkan bila pergi ke negara tersebut harus membawa kocek cukup besar. Menurutnya, harga tersebut lantaran tingginya nilai jual mata uang poundsterling dibanding rupiah.Walau terkesan mahal, menurut Putri harga tersebut sesuai dengan kepuasan yang didapat. "Kalau di sana itu memang tinggi harganya. Tapi dapat yang sesuai. Misalnya beli makan, memang mahal tapi porsinya besar," kata Putri kepada merdeka.com dalam acara 'Destination Europe' di Jakarta, Minggu (19/10).Dia menambahkan, banyak juga tempat wisata murah meriah bahkan gratis di Inggris. Meski gratis, namun fasilitas yang diberikan bertaraf internasional. "Di sana itu, semua museum gratis. Kecuali museum lilin Madame Tussaud. Karena mereka kan untuk komersil ya."
Tidak hanya itu, para wisatawan Indonesia juga tidak perlu khawatir sulit mendapatkan visa untuk pergi ke Inggris. "Enggak seribet yang dipikirkan kok. Visanya tidak susah seperti Amerika. Kebanyakan wisatawan nanya seperti itu," ujarnya.Dia mengatakan, belakangan ini Inggris sedang gencar melakukan kampanye besar bernama Great Campaign. Menurutnya, kampanye itu bertujuan memperkenalkan kebudayaan Inggris ke seluruh dunia. "Indonesia merupakan negara prioritas untuk dilakukan Great Campaign. Kampanye ini akan dilakukan hingga 2017," terangnya.