Pulang dari Vietnam, Karen akan curhat soal pengunduran diri

CT menyebut Karen akan menyampaikan sendiri alasan pengunduran dirinya pada Jumat nanti.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Pulang dari Vietnam, Karen akan curhat soal pengunduran diri
Karen Agustiawan diperiksa KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung mengaku telah menerima laporan pengunduran diri Direktur Utama PT Pertamina Galaila Karen Agustiawan per 1 Oktober mendatang.Pria akrab disapa CT ini menyatakan, penjelasan mengenai mundurnya bos BUMN migas terbesar di Indonesia ini akan disampaikan langsung oleh yang bersangkutan.Masalahnya, sang Bos Pertamina sekarang sedang menjalani dinas ke luar negeri. Alhasil, pihak pemerintah pun belum bisa intensif berkomunikasi. "Bu Karen masih di Vietnam," kata menko di Kantornya, Jakarta, Rabu (20/9).Publik baru bisa mengetahui alasan pengunduran diri mendadak Karen dua hari lagi. Itu informasi yang sejauh ini diterima CT."Bu Karen akan kembali ke Indonesia Kamis dan akan mengeluarkan rilis. Jumat Bu Karen akan berbicara langsung dengan media," ungkapnya.Awal pekan ini, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyetujui pengunduran diri Direktur Utama Pertamina. Secara resmi, Karen yang lebih dari dua periode duduk di kursi nomor satu perusahaan minyak pelat merah ini, berhenti bulan depan.Dahlan mengaku tidak bisa memperpanjang direktur yang dinilai moncer tersebut. Karena, Karen ingin melanjutkan karirnya di dunia pendidikan. "Dan beliau sudah diterima mengajar di Harvard, Boston. Beliau disurati terus Harvard kapan bisa melaksanakan mengajarnya itu," ujarnya.Saat ini, Dahlan telah mengantongi tiga nama rekomendasi pengganti Karen untuk presiden. Tiga nama ini disebut berasal dari dalam dan luar Pertamina.Fraksi PDIP kemarin mendesak Karen terbuka soal alasannya mundur dari posisi strategis tersebut. Sedangkan beberapa dirut BUMN, misalnya Bos Pelindo II R.J Lino atau Dirut PT RNI Ismed Hasan Putro, percaya kalau Karen meninggalkan Pertamina lantaran diintervensi oleh orang-orang yang punya kepentingan curang.

Rekomendasi