5 Fakta membengkaknya utang luar negeri Indonesia April 2014

Pada April 2014, BI mencatat utang luar negeri sebesar USD 276,6 miliar.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
5 Fakta membengkaknya utang luar negeri Indonesia April 2014
Ilustrasi Bank. ©2014 Merdeka.com

Bank Indonesia (BI) kembali melansir data terbaru Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia. Pada April 2014, BI mencatat utang luar negeri sebesar USD 276,6 miliar atau setara Rp 3.302 triliun. Angka ini tumbuh 7,6 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau April 2013.Ekonom Didik Junaidi Rachbini melihat, besarnya utang luar negeri Indonesia harus mendapat perhatian pemerintah. Data lansiran BI sebagai sinyal kehati-hatian dalam pengelolaan utang, baik swasta maupun pemerintah."Saya kira sinyal BI untuk ingatkan jumlah utang itu penting," ujar Didik.Dia menjelaskan, pengendalian terhadap utang luar negeri berdenominasi dolar AS diperlukan sebagai bagian dari upaya menjaga kekuatan Rupiah. Tingginya permintaan dolar AS membuat Rupiah semakin tertekan. Dia menegaskan, utang luar negeri harus dikontrol dan dibatasi."Supaya permintaan terhadap valas dolar terkendali. Kita punya masalah tekanan pada Rupiah," tegasnya.Menurutnya, bank sentral perlu mengeluarkan kebijakan atau peringatan agar utang luar negeri tidak semakin membesar. "Agar tiap orang tidak dengan mudah bisa melakukan transaksi utang luar negeri," singkatnya.Lalu apa saja fakta saat utang asing meningkat ini? Berikut merdeka.com mencoba merangkumnya.

Swasta masih dominasi penarikan utang asing

Bank Indonesia (BI) kembali melansir data terbaru Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia. Pada April 2014, BI mencatat utang luar negeri sebesar USD 276,6 miliar. Angka ini tumbuh 7,6 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau April 2013.Utang luar negeri Indonesia masih didominasi sektor swasta. Utang sektor publik sebesar USD 131 miliar dan utang luar negeri swasta USD 145,6 miliar.

Meski meningkat namun pertumbuhan utang melambat

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara menuturkan, pertumbuhan tahunan utang luar negeri pada April 2014 tercatat lebih lambat bila dibandingkan dengan pertumbuhan Maret 2014 sebesar 8,7 persen (yoy)."Perlambatan pertumbuhan utang luar negeri pada April 2014 dipengaruhi pertumbuhan ULN sektor publik yang melambat," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta.Utang luar negeri sektor publik tumbuh 2,2 persen dari April 2013. Pertumbuhan utang sektor publik pada April 2014 lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Maret 2014 yang mencapai 5,1 persen (yoy).Sementara itu, utang luar negeri sektor swasta tumbuh 13 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 12,2 persen (yoy)."Jika dibandingkan dengan posisi bulan sebelumnya, utang luar negeri April 2014 relatif tidak berubah," jelas dia.

Komposisi utang diklaim masih sehat

Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri April 2014 masih cukup sehat menopang ketahanan sektor eksternal. Meskipun demikian,Bank Indonesia akan tetap memantau perkembangan utang luar negeri khususnya swasta."Sehingga ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko stabilitas makroekonomi," ungkapnya.

Pertumbuhan utang asing sektor jasa tertinggi

Sektor jasa, di mana pangsanya hanya mencapai 0,7 persen dari ULN swasta, mengalami pertumbuhan tertinggi, yaitu 68,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 65,5 persen.Selain itu, pertumbuhan utang asing sektor industri pengolahan tercatat sebesar 14,2 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,5 persen. Sementara, pertumbuhan ULN sektor pertambangan juga meningkat dari 12,1 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 15,2 persen.

Utang Indonesia didominasi jangka panjang

Pada April 2014, ULN berjangka panjang tercatat sebesar USD 229,7 miliar, atau mencapai 83 persen dari total ULN. Dari jumlah tersebut, ULN berjangka panjang sektor publik mencapai USD 124,6 miliar atau 95,1 persen dari total ULN sektor publik dan ULN berjangka panjang sektor swasta tercatat USD 105,1 miliar atau 72,1 persen dari total ULN swasta.Seperti diketahui, pada April 2014, tercatat utang asing sebesar USD 276,6 miliar, tumbuh 7,6 persen dibandingkan dengan posisi April 2013. Posisi ULN pada April 2014 terdiri dari ULN sektor publik sebesar USD 131,0 miliar dan ULN sektor swasta USD 145,6 miliar.

Rekomendasi